Program Zakat dan Wakaf Produktif Jadi Fokus Baru Kemenag
jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) Berbasis Zakat dan Wakaf secara nasional.
Program ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat peran zakat dan wakaf dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan produktif dan berkelanjutan.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag., menjelaskan bahwa semangat pengelolaan zakat dan wakaf harus berangkat dari nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah SAW.
“Rasulullah turun langsung ke masyarakat, tidak hanya di masjid, tetapi juga di pasar. Spirit itu yang ingin kita hidupkan dalam gerakan zakat dan wakaf produktif,” ujarnya di Jakarta.
Waryono menegaskan bahwa zakat dan wakaf harus menjadi instrumen pemberdayaan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Zakat bukan hanya kewajiban muzaki, tetapi juga hak mustahik. Karena itu, lembaga zakat harus aktif menjemput, bukan menunggu,” tambahnya.
Dalam kegiatan ini, Kemenag bersama sejumlah lembaga amil zakat menyalurkan bantuan untuk memperkuat program PEU berbasis Kantor Urusan Agama (KUA).
LAZ Rabbani memberikan bantuan Rp50 juta per KUA kepada enam KUA di Kabupaten Bogor, sedangkan LAZ Ummul Quro menyalurkan bantuan serupa ke dua KUA lain.
Kemenag meluncurkan program zakat dan wakaf produktif untuk memperkuat ekonomi umat secara nasional.
- Pak Sekjen Bilang Terus Berjuang agar Guru Swasta jadi PPPK
- BAZNAS Targetkan ZIS Ramadan 2026 Capai Rp 515 Miliar
- Diusulkan Insentif Guru Honorer Nonsertifikasi Naik jadi Rp400 Ribu
- Perkuat Diplomasi Al-Qur’an Indonesia, Kemenag Gandeng 4 Lembaga Mitra Mesir
- Kemenag Perkenalkan Ekoteologi dan Peran Agama sebagai Sumber Harmoni Sosial di Mesir
- Inilah Pelaku Pencurian 4 Unit Kompresor AC di Kantor Kemenag Binjai, Lihat
JPNN.com




