Proyek Pengolahan Air Limbah di Jakut Bakal Layani 1 Juta Warga

Proyek Pengolahan Air Limbah di Jakut Bakal Layani 1 Juta Warga
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Pluit, Jakarta Utara, pada Kamis (30/10). Foto: Ryana Aryadita/JPNN.com

Kendati demikian, proyek JSDP tetap dijalankan karena sangat berguna untuk kepentingan publik jangka panjang.

Ia pun telah menginstruksikan jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk berkolaborasi dengan pemerintah pusat dalam pengaturan air bersih dan air limbah.

Dengan pengaturan itu, akan berdampak lebih baik bagi masa depan Jakarta yang berkelanjutan serta memudahkan warga Jakarta mendapatkan air bersih, sekaligus memastikan buangan air limbah tidak mencemari lingkungan.

"Kritik pasti ada dan menjadi tantangan kita. Tapi, setelah saya lihat sendiri, saya tahu bahwa proyek ini ternyata bekerjanya di bawah (tanah). Bahkan, yang tadi tempat pertama itu kedalamannya 30 meter. Di sini kurang lebih 20 meter dan mereka beraktivitas di bawah (tanah). Sehingga, ini adalah proyek yang memang benar-benar diperlukan untuk Jakarta agar persoalan limbah bisa tertangani secara baik," jelas Gubernur Pramono.

Sementara itu, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Dewi Chomistriana menjelaskan selain untuk mengurangi pencemaran air tanah, JSDP juga sangat penting untuk kesehatan masyarakat.

Hal tersebut karena JSDP mampu memisahkan antara saluran air limbah dengan saluran air bersih dan bisa dipisahkan dengan drainase.

Adapun, JSDP Zona 1 itu baru akan melayani 7,8 persen dari total penduduk DKI Jakarta.

“Jadi, tantangan kita masih banyak. Tentunya, ini kami juga meminta dukungan dari semua masyarakat Jakarta agar bisa sama-sama mewujudkan proyek JSDP. Apalagi, nanti kita akan mulai dengan segera untuk Zona 6," kata Dewi.

JSDP sendiri adalah proyek pembangunan sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat dan terintegrasi di DKI Jakarta.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News