PSI Dorong Pelonggaran Syarat Pencalonan demi Pilkada Langsung Bebas Kecurangan
jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep tidak memungkiri pelaksanaan pilkada langsung hingga kini masih diwarnai berbagai praktik curang, termasuk politik uang.
Karena itu, perlu evaluasi agar Pilkada dapat menghadirkan pemimpin berkualitas.
Menanggapi pernyataan tersebut, Wakil Ketua Umum PSI Andy Budiman menjelaskan bahwa salah satu sumber utama politik uang berasal dari tingginya syarat pencalonan kepala daerah.
Ketentuan minimal dukungan yang harus dipenuhi kandidat, baik dari partai politik maupun perseorangan, kerap mendorong praktik transaksional sejak tahap awal pencalonan.
Menurutnya, kondisi tersebut melahirkan praktik jual beli kursi atau 'tiket' pencalonan. Semakin berat syarat yang ditetapkan, semakin besar biaya yang harus dikeluarkan kandidat untuk maju dalam Pilkada.
“Akibatnya, terjadi praktik jual beli kursi atau jual beli tiket dari kandidat untuk bisa memenangkan kontestasi, dan semakin tinggi syaratnya. Artinya biaya yang akan dikeluarkan oleh kandidat akan semakin besar, dan itu akan semakin membuka potensi peluang untuk terjadinya korupsi ketika mereka terpilih dan menjabat,” katanya di Makassar, Jumat (30/1).
PSI menilai pemangkasan syarat pencalonan menjadi langkah penting untuk memutus rantai tersebut.
Dengan membuka akses pencalonan seluas mungkin, peluang terjadinya politik uang sejak awal kontestasi dapat ditekan.
Wakil Ketua Umum PSI Andy Budiman menjelaskan bahwa salah satu sumber utama politik uang berasal dari beratnya syarat pencalonan kepala daerah
- Selama PSI di Bawah Ambang Batas, Poros Solo Tak Bakal Banyak Bermanuver Sambut Pilpres 2029
- Ratusan Anak Jakarta Putus Sekolah di 2025, Uki PSI Bagi-Bagi Beasiswa
- Pesan PSI untuk Ketum Projo Budi Arie Tegas, Begini Kalimat Andy Budiman
- PSI Dukung Prabowo-Gibran Sampai Akhir, Tegaskan Siap Lawan Segala Upaya Menjatuhkan
- Anak Buah Kaesang: Budi Arie Bukan Bagian dari PSI, Berhenti Seret Nama PSI
- Dikabarkan Pindah ke PSI, Dedi Mulyadi Tegas Bilang Begini
JPNN.com




