Psikolog Sebut Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan Intim yang Sehat

Psikolog Sebut Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan Intim yang Sehat
Okamoto menghadirkan Spill the (Safe) Tea, sebuah intimate gathering yang mengajak pasangan dewasa membangun keberanian dan kenyamanan untuk memulai percakapan yang jujur, intim, dan aman. Foto dokumentasi Okamoto

Selain membahas komunikasi dalam hubungan, peserta juga diajak mendiskusikan berbagai mitos seputar penggunaan kondom dan kesehatan seksual dalam suasana santai, hangat, dan bebas penilaian.

Febrizky menilai, ruang seperti Spill the (Safe) Tea dapat membantu pasangan membangun keberanian untuk membicarakan hal-hal yang selama ini sulit diungkapkan.

“Spill the (Safe) Tea dapat menjadi ruang yang membantu pasangan membangun keberanian dan kenyamanan untuk membicarakan hal-hal yang selama ini mungkin sulit diungkapkan dalam hubungan mereka, sehingga pasangan dapat mengenal dan menghargai kebutuhan satu sama lain dengan lebih baik,” jelas Febrizky.

Melalui inisiatif ini, Okamoto ingin menegaskan bahwa membangun hubungan yang berkualitas dan bertanggung jawab tidak hanya soal memilih proteksi yang tepat.

Lebih dari itu, hubungan yang sehat juga membutuhkan kenyamanan fisik, keterbukaan, rasa saling memahami, dan kepercayaan.

“Sering kali, langkah kecil untuk berbicara secara jujur dapat menjadi awal dari hubungan yang lebih kuat dan penuh kepercayaan,” tutupnya. (esy/jpnn)

Psikolog dan Sex Educator Febrizky Yahya mengatakan, komunikasi terbuka jadi kunci hubungan intim yang sehat


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Mesyia Muhammad

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News