Puan Minta Pemerintah Kasih Pendampingan ke Keluarga Jurnalis yang Hilang Kontak
jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani menyebut pemerintah sebaiknya memberikan pendampingan bagi keluarga rombongan jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Senin (7/9) kemarin.
"Penting agar pihak keluarga mendapat pendampingan dari pemerintah, termasuk jaminan update informasi serta kebutuhan untuk psikologis mereka,” kata dia kepada awak media, Kamis (10/9).
Lima jurnalis, yakni Bagus (ANTARA), Ari Basuki, (Merdeka.com) Yudistiro (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), dan Donal Husni (freelance) hilang saat menumpangi kapal Arupadhatu 1.
Adapun, kapal tersebut hilang ketika rombongan jurnalis hendak meliput erupsi Anak Krakatau, Senin kemarin.
Selain jurnalis, tiga orang dalam Arupadhatu 1, yakni Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), dan Heriyanto (pemandu) juga dinyatakan hilang.
Puan menyebutkan kasus lima jurnalis hilang kontak memperlihatkan bahwa warga sipil bersedia memasuki wilayah berisiko demi memenuhi kepentingan masyarakat akan informasi.
Menurutnya, jurnalis yang menghadirkan informasi, pemandu, hingga sukarelawan dan peneliti merupakan pihak yang punya dedikasi tinggi memberikan kebutuhan informasi publik.
Cucu Proklamator RI Soekarno atau Bung Karno itu menyebutkan pengabdian mereka untuk masyarakat harus diikuti kepastian perlindungan.
Ketua DPR RI Puan Maharani menyebutkan pengabdian jurnalis untuk masyarakat harus diikuti kepastian perlindungan.
- Hadir di INFOKAN 2026, Ibas Ajak PPIA Curtin University Pupuk Karakter Unggul
- BULOG Cetak Sejarah Pengadaan 4 Juta Ton, Gelar Tasyakuran Bersama Komisi IV DPR di Ambon
- Efriza: DPR Tidak Otomatis Wajib Memakzulkan Gibran
- Efriza Pertanyakan Keberanian DPR Gunakan Hak Pengawasan terkait Ijazah Gibran
- Inikah Alasan DPR Lamban Merespons Polemik Ijazah Gibran?
- MK Tak Temukan Bukti Ijazah Gibran, PKS: DPR Dapat Mengambil Langkah
JPNN.com




