Kamis, 20 Juni 2019 – 16:43 WIB

Pura-Pura Jadi Tukang, Angkut Bankas Rp1,8 M

Senin, 21 November 2011 – 01:21 WIB
Pura-Pura Jadi Tukang, Angkut Bankas Rp1,8 M - JPNN.COM

BATAM - Rumah Elviana Sari, 39, di Puri Casablanca Blok G nomor 08 dibobol kawanan maling, Sabtu (19/11) pukul 15.00 WIB. Maling yang berjumlah tiga orang tersebut kabur membawa brankas berisi barang-barang sertifikat rumah, uang tunai ribuan dolar Amerika, serta kalung dan gelang berlian. Total kerugian Elviana sekitar Rp1,8 miliar.

Pencurian ini menggunakan modus lama. Tiga orang datang ke rumah Elviana saat yang bersangkutan tak ada di rumah. Kepada dua pembantu Elviana, Jasni dan Dewi, mereka berpura-pura sebagai tukang yang disuruh Elviana untuk merenovasi rumah.

Apalagi mereka kenal dengan semua nama pemilik rumah dan keluarganya. Begitu dipersilakan masuk, bak tukang sungguhan, mereka mengukur dalam ruangan rumah keseluruhan yang akan direnovasi.

"Pencuri pakai mobil Avanza warna hitam. Tapi saya tak hafal nomor BP-nya. Saat itu mereka turun semua bertiga dan mengetuk pintu. Saya bukakan pintu, mereka langsung jabat tangan dan mengatakan disuruh Elviana mengukur interior rumah," ujar Dewi, pembantu Elviana.

Bahkan, saat masuk dalam rumah, salah satu pelaku sempat menggendong anak Elviana yang paling bungsu sambil mengajak bergurau. Seluruh dinding dalam rumah diukur pakai tali rafia oleh tiga orang pelaku. Selesai mengukur lantai bawah, ketiga pelaku naik ke lantai dua dan masuk dalam kamar Elviana. Satu orang pelaku menunggu dibawah, sedangkan dua orang beraksi dalam kamar korban.

Setengah jam beraksi dalam kamar Elviana, dua pelaku keluar dan turun dari lantai dua sambil membawa brankas korban. Dewi sempat curiga dan bertanya 'brankasnya emang disuruh sama ibu juga'. "Kalau tak ada perintah dari ibu Elviana, kita mana berani asal ambil aja," ujar Dewi menirukan perkataan pelaku.

Tak lama setelah berhasil membawa brankas dan kabur, Elviana sempat menelpon Dewi. Mendengar pengakuan Dewi kalau brankas dalam kamarnya diangkut orang, Elviana langsung kaget dan bergegas pulang ke rumah.

Ia merasa masih bersyukur meskipun barang berharganya senilai miliaran rupiah lenyap di ambil pencuri. Sebab, kedua anaknya yang dititipkan ke pembantunya tak ikut jadi korban penculikan.

"Saya tak bisa membanyangkan, seandainya pencuri itu juga menculik kedua anak saya yang masih kecil. Saya berharap, pencuri itu mau mengembalikan dua sertifikat rumahnya yang ikut terbawa pencuri. Biarlah kalung dan berlian saya diambilnya, saya ikhlas," ujar Elviana.

Adanya musibah yang menimpa dirinya, Elviana merasa kecewa dengan manajemen sekuriti yang menjaga gerbang perumahan yang ia nilai sangat ceroboh dan asal-asalan sampai orang lain masuk tak terdeteksi.

"Harusnya tanya dulu kek, mau kemana dan diminta tinggalin identitas orang yang masuk seperti KTP atau SIM. Tapi ini seperti rumah yang tak ada penjagaannya sama sekali," sesalnya. (gas)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar