Purbaya Dicopot dari Kursi Menkeu, Eks Menko Polhukam Ungkap Penilaian Begini
jpnn.com, JAKARTA - Eks Menko Polhukam Mahfud Md mengungkap dua kelemahan paling mendasar Purbaya Yudhi Sadewa selama menjabat Menteri Keuangan (Menkeu), yakni komunikasi publik yang buruk dan substansi kebijakan berubah.
Hal demikian dikatakan Mahfud menyikapi langkah Presiden RI Prabowo Subianto yang mereshuffle Purbaya dari posisi Menkeu untuk digantikan Suahasil Nazara.
"Kelemahan Purbaya yang paling mendasar, tuh, dua sebenarnya. Satu, komunikasi publiknya, apa? Buruk," kata dia seperti dikutip dari YouTube akun @mahfudmd, Selasa (15/9).
Misalnya, kata Mahfud, Purbaya mudah menggampangkan sebuah persoalan, semisal pertumbuhan ekonomi.
Dia mengatakan Purbaya terekam mengejek balik pihak yang kritis terhadap narasi pertumbuhan ekonomi negara.
"Nah orang yang bertanya ke dia malah dilecehkan, dahulu ada seorang pakar, kan, bicara, 'anda bukan ekonom, enggak tahu apa-apa,' kan, begitu di depan forum iya, 'anda belajar dululah kira-kira itu'. Mengejek sekali," lanjutnya.
Kemudian, kata Mahfud, Purbaya secara substansi kebijakan terekam berubah-ubah, seperti menyikapi utang kereta cepat atau Whoosh.
Eks Menteri Pertahanan (Menhan) itu mengatakan Purbaya mulanya punya pandangan sama dengan masyarakat menyikapi utang Whoosh.
Eks Menko Polhukam Mahfud Md menilai satu di antara kelemahan paling mendasar Purbaya semasa menjabat Menkeu ialah komunikasi publik buruk.
- Heru Subagia: Merangkul Anies, Ganjar, dan Mahfud ke Kabinet Bukan Solusi Demokrasi
- 5 Berita Terpopuler: Jokowi Marah, Prabowo Melanggar Undang-Undang, Akan Jadi Masalah untuk Pencalonan 2029
- Putusan MK Soal Ijazah Gibran, Mahfud MD: Akan Jadi Masalah untuk Pencalonan 2029
- Formasi Lengkap, 3 Wamenkeu Punya Pos Tugas Masing-masing, Ini Perinciannya
- Menkeu Buka-Bukaan Soal Efisiensi Anggaran Rp 306 T di 2025
- Menkeu Desak Bea Cukai Perkuat Penindakan Barang Ilegal
JPNN.com




