Purbaya Sebut Program Pembukaan Rekening Massal Tidak pada 2026
jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kecil kemungkinan program pembukaan rekening massal akan diterapkan tahun ini.
Sebab, menurut Purbaya untuk anggaran tahun berjalan atau 2026 ini telah ditetapkan.
“Kalau anggaran tahun ini kan sudah mepet, seharusnya mulai tahun depan. Mereka juga perlu persiapan. Itu ada penggabungan data Dukcapil sama data perbankan dan Bank Indonesia (BI). Itu perlu waktu untuk merapikan itu semua, nggak langsung besok siap,” tutur Purbaya di Jakarta, Kamis (10/9).
Purbaya juga menjelaskan proyeksi anggaran Rp 11 triliun untuk rencana pembukaan rekening massal bagi masyarakat belum final.
"Belum (ditetapkan) sebesar Rp 11 triliun. Ini anggarannya masih belum dihitung,” kata Purbaya.
Purbaya menilai jumlah target penerima program seharusnya tidak mencapai angka Rp 11 triliun, mengingat program utamanya hanyabmenyasar masyarakat berusia 17 tahun yang baru mempunyai Kartu Tanda Penduduk (KTP).
“Yang jelas itu semua angka masih kasar. Nanti setelah itu dihitung betul, 200 juta (masyarakat), berarti (sekitar) 80 juta yang di bawah 17 tahun," jelasnya.
Bendahara negara mengaku belum bisa memberikan perkiraan kapan program tersebut diimplementasikan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kecil kemungkinan program pembukaan rekening massal akan diterapkan tahun ini.
- BSI Ajak Masyarakat Turut Pulihkan Desa Wisata di Lombok
- Dicopot Purbaya, Berikut Profil Wamenkeu Luky Alfirman yang Dilantik Lagi Menjadi Pendamping Suahasil
- 8 Petinggi BRI Jadi Terdakwa Korupsi Kredit Rp 922 Miliar, tetapi Tak Ditahan
- Survei Ipsos 2026: Mudah, Cepat, dan Stabil Jadi Pertimbangan Pengguna Bank Digital
- BI Masih Cetak Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya
- Purbaya Hingga Anies Bisa Bertarung di 2029 Andai Syarat Pencapresan Begini
JPNN.com




