Senin, 10 Desember 2018 – 19:48 WIB

Puting Beliung Bogor: Pesan Terakhir Enny Buat Anaknya

Jumat, 07 Desember 2018 – 13:53 WIB
Puting Beliung Bogor: Pesan Terakhir Enny Buat Anaknya - JPNN.COM

jpnn.com, BOGOR - Puting beliung yang melanda wilayah selatan Kota Bogor, Kamis (6/12) sore membawa kabar duka bagi keluarga Bram Sugeha.

Enny Reno sang istri tercinta dan ibu dari anak-anaknya, menjadi korban pohon tumbang dalam bencana tersebut, tepatnya di Jalan Raya Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor.

Bram kaget bukan main. Niatnya pergi bekerja pun urung usai membaca pesan dari nomor pribadi istrinya. Yang dikirim dari orang yang mengaku polisi. Mengabarkan; istrinya mengalami kecelakaan.

Pertama mendapat pesan tersebut, tak lantas membuat pria berusia 51 tahun itu langsung percaya. Modus penipuan dipikiran Bram pada awalnya. Sebab saat dia menghubungi nomor istrinya hanya terdengar suara samar-samar. Tak jelas. Penasaran. Dia kemudian pulang ke rumah. Ternyata benar. Istrinya tak ada di rumah. Dia kemudian tancap gas menuju lokasi yang tertera dalam pesan pendek yang diterimanya dari gawai istrinya.

“Saat sampai di lokasi ternyata sudah ramai. Banyak polisi dan TNI, awalnya saya tidak diizinkan ke tempat kejadian, tapi saat saya bilang suaminya baru diberikan izin untuk masuk,” ujar Bram kepada Radar Bogor di rumah duka Cluster Bukit Nirwana I Jalan Bukit Nirwana Raya I RT 03/12 Kelurahan Mulyaharja Kecamatan Bogor Selatan, Kamis (6/12).

Bram tak menyangka. Pohon yang terlihat kuat itu mampu merenggut nyawa istrinya. Menimpa bagian tengah. Tepat di kursi kemudi. Dia meminta izin aparat untuk mengambil gambar situasi dan kondisi mobil Toyota Avanza Silver bernomor F 1618 EY itu. Sebab istrinya, sudah dilarikan ke Rumah Sakit PMI oleh warga dan aparat yang berada di lokasi.

“Jadi almarhumah di bawa duluan ke PMI, saya belakangan karena mendapat informasi juga belakangan. Saat tiba di PMI sudah ada anak saya dan memberitahukan beliau sudah meninggal,” katanya sambil menahan tangis.

Meski tak memiliki firasat apa pun, tapi ada pertanda yang ia dapati dari sang istri. Semacam gerakan pada matanya. Karena menganggap hanya sekadar firasat, hal itu tak sempat ia bicarakan dengan istrinya. Selain itu, sikapnya pun tak ada yang berubah. Tetap sama. “Kita biasa kan ya, beliau sahur lalu saya berangkat subuh ke masjid, sama tidak ada yang berubah,” ungkapnya.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar