Rating Utang Indonesia Stabil, IHSG Menguat 2,23%
jpnn.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup menguat menguat 113,48 poin atau 1,92 persen ke posisi 6.037,84.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 13,12 poin atau 2,23 persen ke posisi 602,37.
IHSG ditutup menguat seiring investor merespon positif S&P Global Rating yang mempertahankan peringkat utang Indonesia di level “BBB” dengan outlook "Stabil".
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyebut S&P Global Ratings memberi peringkat kredit jangka panjang Indonesia pada 'BBB' dan jangka pendek pada 'A-2'.
“Hal ini direspons positif oleh pasar yang sebelumnya khawatir jika peringkat atau prospek Indonesia diturunkan," ujar dalam kajiannya di Jakarta, Senin.
Ratna menyebut dari dalam negeri, S&P Global Ratings menilai pelemahan posisi fiskal dan eksternal Indonesia bersifat sementara, serta berpotensi membaik seiring kenaikan harga komoditas dan upaya pemerintah meningkatkan penerimaan negara.
S&P menyatakan prospek stabil mencerminkan ekspektasi bahwa penerimaan negara akan terus pulih pada tahun ini, dan penerimaan ekspor akan meningkat seiring penguatan harga komoditas.
S&P memperkirakan pemerintah Indonesia akan tetap mempertahankan batas defisit APBN sebesar tiga persen dari produk domestik bruto (PDB) sebagai jangkar utama kebijakan fiskal
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup menguat menguat 113,48 poin atau 1,92 persen ke posisi 6.037,84.
- Kerugian Whoosh Tembus Rp 4 Triliun, Ekonom Desak Komitmen Awal Proyek Diusut
- Kurs Rupiah Hari Ini Melemah, IHSG Dibuka Menguat
- Kebutuhan Investasi Pembangunan RI Rp 8.705 Triliun, APBN Cuma Mampu Danai 5,27%
- 5 Berita Terpopuler: Solusi untuk PPPK Gaji Dibiayai APBN dan Pengalihan P3K PW, Harus Konsisten, Dibuktikan
- ATI Dorong Model Baru Pembiayaan Tol: Kurangi Beban APBN, Perbesar Peran Swasta
- Soal Langkah Restrukturisasi Utang KCIC, Pemerintah Diminta Hati-Hati
JPNN.com




