Ratusan Santri Dilatih Usaha Boga dan Barista, Gus Yasin: Upaya Penanggulangan Kemiskinan
“Ini juga bisa menjadi sumber ladang usaha milik pondok atau para santri," tuturnya.
Dengan makin banyak pelatihan, lanjut dia, maka ketrampilan yang dimiliki bisa cocok dengan dunia usaha.
Salah seorang santri asal Kudus, Rahmat mengaku, senang dengan pelatihan ini, karena bisa menambah wawasan dan meningkatkan kompetensi memasak.
"Harapannya nanti kita bisa share ke temen-temen di pondok, supaya mereka nanti lebih mandiri dan bisa berwirausaha setelah keluar dari pondok," katanya.
Rahmat berharap pelatihan seperti ini lebih rutin digelar sehingga kualitas masakan di pondok meningkat, baik dari sisi gizi, rasa maupun penyajian.
Dalam acara tersebut, juga diserahkan bantuan modal usaha dari Baznas Jateng, berupa Oven Elektrik 80x60 cm, Stand Mixer 3,5 liter, dan timbangan digital, dengan total nilai Rp 20 juta per penerima. Bantuan modal usaha diberikan kepada 10 orang penerima.
Di samping itu, Baznas RI juga memberikan bantuan pada kegiatan Pelatihan Z-Coffee dengan total sebesar Rp 200 juta.(jpnn)
Sebanyak 103 santri dan 10 mahasiswa dilatih keterampilan usaha boga dan barista sebagai salah satu upaya untuk menanggulangi kemiskinan.
Redaktur & Reporter : Friederich Batari
- Wapres Gibran: Kalau Santri, Ngajinya Pasti Baik
- Begini Strategi Gubernur Ahmad Luthfi untuk Sukseskan Program Prioritas Presiden
- Kerja Sama Jateng–Jepang Naik Level, Pekerja Dilatih Jadi Manajer
- Pidato di WEF 2026, Prabowo Bertekad Hapus Kemiskinan Ekstrem dalam 4 Tahun
- DPR Puji Respons Cepat Pemprov Jateng Tangani Bencana
- Nilai Investasi Jateng Tembus Rp 88,50 Triliun, Tertinggi Selama 10 Tahun Terakhir
JPNN.com




