Ratusan Unit SUV Listrik Mercedes-Benz Bermasalah di Baterai
jpnn.com - Kepemilikan mobil listrik memang menjanjikan efisiensi dan teknologi masa depan. Namun, kewaspadaan tetap jadi kunci.
Mercedes-Benz USA (MBUSA) baru-baru ini mengumumkan penarikan kembali (recall) terhadap SUV listrik Mercedes-Benz EQB produksi tahun 2022 hingga 2025.
Recall menyusul potensi risiko kebakaran pada baterai akibat ketidakstabilan saat pengisian ulang.
Kampanye penarikan mencakup EQB 250, EQB 300 4MATIC, dan EQB 350 4MATIC.
Akar masalahnya berasal dari baterai yang diproduksi pemasok Farasis Energy.
Mercedes-Benz mengungkap pada tahap awal produksi terjadi variasi proses yang membuat baterai tertentu menjadi “kurang tangguh” ketika berada pada kondisi State of Charge (SoC) tinggi, alias terisi penuh atau mendekati 100 persen.
Sebagai langkah pencegahan sementara, pemilik EQB yang terdampak disarankan tidak mengisi baterai lebih dari 80 persen hingga penanganan tuntas dilakukan.
MBUSA juga meminta konsumen segera mengunjungi diler resmi untuk melakukan pembaruan perangkat lunak Battery Management System (BMS).
Mercedes-Benz USA (MBUSA) baru-baru ini mengumumkan penarikan kembali (recall) terhadap SUV listrik Mercedes-Benz EQB produksi tahun 2022 hingga 2025.
- Gubernur Dedi Mulyadi Sulap Mobil Mercedes-Benz Jadi Ambulans Siaga di Tol Cipali
- Gandeng Geely, Mercedes-Benz Siapkan Mobil Listrik yang Lebih Terjangkau
- Perbedaan Mercedes-Benz GLC200 Avantgarde Edition dengan Versi Reguler
- 130 Tahun Mercedes-Benz Trucks: Dari “Kereta Bermotor” hingga Truk Listrik Canggih
- Ambisi Polestar Melampaui Audi hingga BMW
- Recall Mobil Listrik Mercedes Benz Berlanjut, Ini Masalahnya
JPNN.com




