RBFA Terkejut, Langsung Melayangkan Protes Menjelang Laga Amerika vs Belgia
jpnn.com - JAKARTA – FIFA menangguhkan hukuman larangan bermain satu pertandingan bagi Folarin Balogun, menjelang pertandingan Amerika Serikat vs Belgia sebagai laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung pada Selasa (7/7) pagi pukul 07.00 pagi WIB.
Folarin Balogun dipastikan bisa bermain untuk Timnas Amerika Serikat (AS) saat menghadapi Belgia.
Sebelumnya, Balogun mendapatkan sanksi karena menerima kartu merah langsung saat skuad Mauricio Pochettino mengalahkan Bosnia-Herzegovina 2-0 pada babak 32 besar.
Mantan penyerang Arsenal tersebut diusir wasit pada menit ke-64 setelah melakukan pelanggaran terhadap bek Bosnia dan Herzegovina, Tarik Muharemovic.
"Sesuai Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, pelaksanaan hukuman larangan bertanding ditangguhkan selama masa percobaan satu tahun," tulis FIFA pada Minggu.
Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) melayangkan protes terhadap keputusan Komite Disiplin FIFA.
"RBFA terkejut dengan keputusan FIFA yang menyatakan pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun memenuhi syarat untuk tampil pada pertandingan Amerika Serikat melawan Belgia pada Senin, 6 Juli pukul 17.00 waktu Seattle," demikian pernyataan federasi melalui situs resmi pada Senin.
RBFA menilai keputusan FIFA bertentangan dengan Pasal 66.4 Kode Disiplin FIFA yang secara tegas menyebut kartu merah otomatis berujung pada hukuman larangan bermain satu pertandingan.
RBFA melayangkan protes kepada FIFA menjelang pertandingan Amerika Serikat vs Belgia sebagai laga 16 besar Piala Dunia 2026.
- Demi Lionel Messi, Menit ke-10 Seluruh Pertandingan Akan Dihentikan
- FIFA Jatuhkan Sanksi Berat ke Argentina, AFA Siapkan Langkah Perlawanan
- FIFA Sanksi Pemain & Ofisial Timnas Argentina Imbas Keributan Seusai Final Piala Dunia 2026
- Gantikan Ronald Koeman, Xavi Hernandez Ditunjuk Jadi Pelatih Timnas Belanda
- Pernyataan Eks Pelatih Persib Setelah Menerima Bayaran Penuh
- Robert Alberts Bongkar Kronologi Sengketa dengan Persib: Saya Sudah Mengurangi Hak Saya
JPNN.com




