Refleksi Akhir Tahun Bersama KWP, Kang Cucun DPR: Pemberitaan Perihal Parlemen Makin Berimbang
Kang Cucun menjelaskan DPR terus berkomitmen memperkuat prinsip open parliament atau keterbukaan parlemen, termasuk melalui peningkatan akreditasi, akses liputan, hingga komunikasi yang lebih intens dengan wartawan.
Dia juga telah meminta biro terkait di Kesetjenan DPR untuk memastikan koordinasi yang lebih efektif dalam mendukung aktivitas peliputan.
“Saya sering lapor dan minta koordinator biro pemerintahan untuk menjadi pengampu bagi sahabat-sahabat wartawan parlemen. Komunikasi harus terus berjalan sehingga prinsip keterbukaan ini benar-benar bisa terwujud,” kata Kang Cucun.
Dia menambahkan beberapa usulan dari KWP, termasuk terkait kebutuhan fasilitas teknis dan dukungan peningkatan kompetensi, telah dicermatinya. Ia memastikan aspirasi tersebut akan ditindaklanjuti secara bertahap sesuai kemampuan DPR.
Jalin Hubungan Emosional dan Profesional
Dalam kesempatan itu, Cucun juga menyoroti pentingnya hubungan emosional yang sehat antara DPR dan wartawan.
Dia memandang selain menjalankan tugas formal, ruang-ruang diskusi santai seperti pertemuan tersebut mampu mempererat hubungan dan membangun ikatan kerja yang lebih positif.
“Kita perlu ada ikatan batin, ikatan emosional yang dijalin bersama. Tidak hanya dalam tugas, tetapi juga obrolan santai seperti ini. Ini bukan hal yang luar biasa, tetapi sangat diperlukan,” katanya.
Wakil Ketua DPR dari Fraksi PKB Cucun Ahmad Sjamsurijal menyampaikan apresiasi mendalam kepada KWP dalam menyajikan pemberitaan parlemen yang makin berimbang.
- Charles Honoris Berharap Sudaryono Mempercepat Pembenahan Tata Kelola MBG
- Soal Pelibatan Babinsa TNI Awasi Wajib Pajak, DPR Soroti Hal Ini, Hmm...
- Alfons Manibui DPR: E10 Perkuat Ketahanan Energi Sekaligus Mendorong Ketahanan Pangan Nasional
- Dipimpin Puan, Rapat Paripurna DPR Setuju Menerima Kapal Giuseppe Garibaldi dari Italia
- Soal Kemungkinan DPR Desak Febrie Ditahan, Puan: Kami Menghormati Proses Hukum
- Legislator: Fenomena WNI Lepas Kewarganegaraan Jadi Citra Buruk bagi Indonesia
JPNN.com




