JPNN.com

Rehabilitasi Lahan Kritis, Kementerian LHK Bangun Kebun Bibit Desa

Senin, 17 Februari 2020 – 08:36 WIB
Rehabilitasi Lahan Kritis, Kementerian LHK Bangun Kebun Bibit Desa - JPNN.com
Menteri LHK Siti Nurbaya memberikan penjelasan kepada Presiden Jokowi saat acara rehabilitasi lahan di Desa Jatisari, Jatisrono, Wonigiri, Jateng, Sabtu (15/2/2020). Foto: Antaranews/HO/KLHK

jpnn.com, JAKARTA - Sebagai upaya merehabilitasi lahan kristis, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun ini membangun kebun bibit desa dan kebun bibit rakyat (KBD-KBR) di daerah aliran sungai Bengawan Solo dan DAS Serayu, Jawa Tengah.

"Pemerintah akan terus melakukan upaya rehabilitasi lingkungan secara intensif terutama di DAS, guna mengurangi lahan kritis," kata Menteri LHK, Siti Nurbaya pada pernyataan tertulisnya, Minggu (16/2).

Siti Nurbaya menjelaskan, keberhasilan upaya revitalisasi ini perlu didukung suplai bibit melalui KBD-KBR yang harus tersedia di tempat-tempat sasaran rehabilitasi.

Beberapa lokasi yang telah dibangun KBD antara lain di Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. KBD di Desa Jatisari ini dibangun oleh Kelompok Mulyo Jati yang menyediakan 60.000 bibit pohon.

Dikatakan Siti Nurbaya, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan kementerian dan lembaga terkait untuk terus mengurangi lahan kritis dengan cara penanaman pohon untuk rehabilitasi.

Pada kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Wonogiri, Sabtu (15/2), Presiden yang didampingi antara lain, Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Sekretaris Negara Pratikno, Menteri LHK Siti Nurbaya,Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Mereka bersama masyarakat setempat, juga melakukan rehabilitasi lahan menanam tanaman vetiver di sekitar Waduk Gajah Mungkur.

Menurut Siti Nurbaya, guna mencegah erosi tebing serta mengurangi laju sedimentasi ke Waduk Gajah Mungkur, dilakukan dengan penanaman pohon, pembangunan satu unit dam penahan, serta pembuatan teras bangku, guludan dan trucuk.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
tomo