Rektor Uhamka: Mahasiswa Harus Punya Integritas dan Peduli Sesama

Rektor Uhamka: Mahasiswa Harus Punya Integritas dan Peduli Sesama
Rektor Uhamka Prof Dr Gunawan Suryoputro. Foto: tangkapan layar zoom

jpnn.com, JAKARTA - Sebanyak 3.774 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Prof DR Hamka (Uhamka) tahun akademik 2021-2022 mengikuti pekan taaruf atau masa perkenalan yang berlangsung mulai 20 sampai 23 September.

Kegiatan ini dinilai penting untuk membina ukhuwah islamiah dan mengenalkan lingkungan kampus kepada mahasiswa.

"Ini hal yang sangat penting dilalui oleh seluruh mahasiswa baru. Melalui proses pengenalan kehidupan kampus akan memastikan mereka memahami dengan baik bagaimana kehidupan civitas akademika di kampus Islam terbaik di Jakarta ini," kata Rektor Uhamka Prof Dr Gunawan Suryoputro dalam pekan taaruf yang dihadiri Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Senin (20/9).

Kegiatan intensif ini juga untuk menanamkan nilai-nilai dan semangat juang yang harus dimiliki seorang mahasiswa, agar berintegritas dan peduli terhadap sesama. Mahasiswa baru pada pekan taaruf (PETA) ini juga dibekali motivasi agar menjadi generasi muda terbaik yang menanamkan misi risalah kenabian atau sering disebut dengan profetik.

"Yakni panggilan untuk memperjuangkan humanisme, nahi munkar dan transendensi atau beriman kepada Allah SWT, serta membawa misi menerapkan gerakan yang dibawa oleh Rasulullah SAW yaitu Islam yang rahmatan lil alamin," ujar Prof Gunawan.

Prof Gunawan mengatakan semua mahasiswa Uhamka juga harus mampu menghadapi realitas global dan memiliki bekal yang cukup menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian. Juga dibekali dengan kemampuan teknologi informasi untuk menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat dan kebutuhan manusia yang semakin kompleks. 

"Hal ini membutuhkan penguasaan ilmu pengetahuan yang mumpuni tetapi harus berdasarkan akal sehat dan hati yang suci sesuai dengan petunjuk yang pasti, yaitu Al-Qur'an dan sunah nabi," katanya.

Oleh karena itu, misi dan visi dari risalah kenabian yang dibawa Nabi Muhammad SAW harus dijadikan referensi hidup dalam setiap aktivitas catur dharma perguruan tinggi. Juga dalam hal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta pinsip-prinsip Muhammadiyah.(esy/jpnn)

Rektor Uhamka mengatakan mahasiswa harus mampu menghadapi realitas global dan memiliki bekal yang cukup menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian