Rektor Unhan: Bung Karno dan Ulama Menjadi Tonggak Pertahanan Indonesia

Rektor Unhan: Bung Karno dan Ulama Menjadi Tonggak Pertahanan Indonesia
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (tengah) bersama teman-teman seangkatannya di Program S3 Universitas Pertahanan (Unhan). Foto: arsip pribadi untuk JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) Laksmana Madya Amarulla Oktavian menyebutkan, terdapat beberapa sosok penting dalam pembentukan Pembela Tanah Air (Peta) di antaranya yakni Bung Karno, tokoh ulama, dan juga sejumlah tentara Jepang.

Peta ini yang belakangan bertransformasi menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"Saat itu 1943 ada tiga unsur utama yang berperan, yaitu peran ulama Islam, Bung Karno yang saat itu belum menjabat sebagai presiden, kemudian peran tentara Jepang," kata Amrulla saat menjadi pembicara dalam acara peringatan ke-76 Peta yang diselenggarakan Yayasan Peta secara virtual pada Minggu (14/2).

Mengacu catatan sejarah, kata dia, unsur ulama Islam diwakili oleh KH Mas Mansyur dan Gatot Mangkoepradja.

KH Mas Mansyur merupakan tokoh Muhammadiyah yang juga salah satu anggota Empat Serangkai Putera itu membawa suara kaum santri.

Sementara itu, Gatot Mangkoepradja menulis seracik surat kepada Panglima Tentara Jepang untuk membentuk barisan pemuda lokal untuk membela Tanah Air.

Tentara Jepang kemudian membentuk penjabaran teknis dari Tokyo untuk mempertahankan Pulau Jawa dari serbuan pasukan sekutu.

"Di dalam surat itu yang sangat heroik adalah tinta yang digunakan itu berasal dari darah Raden Mangkoepradja sendiri," ungkap dia.

Rektor Unhan Laksmana Madya Amarulla Oktavian mengingatkan kembali soal Pembela Tanah Air.