Rembuk Warga NU Kritik Diplomasi Internasional PBNU, Singgung Humanitarian Islam
jpnn.com, JAKARTA - Forum Bersama Nahdliyin (Forbes) NU 26 menggelar Rembuk Warga NU se-Jabodetabek Seri 3 di Setahun Kemarin Coffee, Kramat Sentiong, Jakarta Pusat, Minggu (12/7).
Forum yang mengangkat tema "NU di Tengah Badai Dunia Baru: Menggugat Arah Diplomasi PBNU & Jebakan Normalisasi Israel" itu membahas arah diplomasi internasional PBNU, tata kelola organisasi, hingga sikap NU dalam merespons dinamika geopolitik global.
Hadir sebagai pembicara pengamat politik dari The Australian National University (ANU) Prof. Greg Fealy, akademisi Prof Hanief Saha Ghafur, dan Ketua Program Studi Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Robi Sugara.
Dalam pemaparannya, Greg Fealy menilai sejumlah inisiatif diplomasi internasional yang digagas Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, seperti Religion Twenty (R20) dan Humanitarian Islam, belum memberikan dampak signifikan bagi warga Nahdliyin di tingkat akar rumput.
Menurut Greg, berbagai agenda internasional tersebut perlu diimbangi dengan penguatan basis sosial-keagamaan agar lebih relevan dengan kebutuhan organisasi dan masyarakat.
"Saya menilai tidak banyak karya dari inisiatif-inisiatif diplomatis Gus Yahya, terutama untuk NU. Lebih baik Gus Yahya lebih banyak memperhatikan usaha-usaha yang menitikberatkan pada kepentingan NU," kata Greg.
Greg juga menyoroti penunjukan Holland Taylor yang pernah menempati posisi strategis di lingkungan PBNU. Menurut dia, langkah tersebut problematis karena dinilai tidak didukung pemahaman yang memadai mengenai Islam, sejarah Islam Indonesia, maupun perkembangan dunia Islam.
"Peranan Holland Taylor menurut saya sangat problematis di kepengurusan PBNU. Karena pemahaman beliau tentang Islam, isu Islam, sejarah Islam di Indonesia, dan juga dunia sangat tipis," ujarnya.
Forum Bersama Nahdliyin (Forbes) NU 26 menggelar Rembuk Warga NU se-Jabodetabek Seri 3 di Setahun Kemarin Coffee, Kramat Sentiong, Jakarta Pusat, Minggu (12/7).
- Lukman Edy, Figur Tersembunyi di Balik Keberhasilan Gus Kikin Pimpin PBNU
- Inilah Kegiatan Gus Yahya Setelah Tidak jadi Ketum PBNU
- Ekonomi Politik NU dan Pesantren: Catatan Setelah Muktamar
- 5 Berita Terpopuler: Sanksi Potong Gaji Dimulai, 35 Ribu PPPK & PPPK Paruh Waktu Bakal Berkumpul di Istana Negara
- Ucap Selamat untuk Gus Kikin, Partai Ummat Berharap PBNU Galang Persatuan Indonesia
- Catatan Pemungkas Dari Muktamar Ke-35 NU
JPNN.com




