Remiliterisasi Mengancam Demokrasi dan Negara Hukum, Menjauh dari Agenda Reformasi
jpnn.com - Kecenderungan menguatnya peran militer di ranah sipil dinilai semakin menjauh dari agenda Reformasi 1998, serta berpotensi mengancam demokrasi, supremasi sipil, dan negara hukum.
Masalah itu dibahas dalam Diskusi Publik bertajuk "Remiliterisasi: Ancaman Bagi Demokrasi dan Negara Hukum" yang diselenggarakan Centra Initiative, Imparsial, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Katolik Parahyangan pada Jumat (10/7/2026).
Kepala Lab 45 Jaleswari Pramodhawardani dalam diskusi itu menegaskan bahwa Reformasi 1998 menempatkan reformasi sektor keamanan sebagai salah satu agenda paling mendasar untuk mengakhiri dominasi militer dalam kehidupan sipil.
"Dua prinsip utama yang hendak dibangun melalui reformasi tersebut adalah profesionalisme militer dan tegaknya hubungan sipil-militer yang demokratis," kata Jaleswari.
Selama lebih dari tiga dekade Orde Baru, katanya, hegemoni militer tidak hanya mengkonsolidasikan kekuasaan politik, tetapi juga menutup ruang bagi institusi sipil untuk berkembang secara mandiri.
Karena itu, Reformasi 1998 bertujuan mengembalikan TNI pada fungsi utamanya sebagai alat pertahanan negara, sekaligus memastikan bahwa seluruh kebijakan pertahanan berada di bawah kendali pemerintahan sipil yang dipilih secara demokratis.
Jaleswari menegaskan bahwa kendali sipil objektif (objective civilian control) merupakan prinsip yang tidak dapat ditawar dalam negara demokrasi.
"Kedaulatan berada di tangan rakyat, sedangkan TNI hanyalah alat negara yang diberi mandat untuk mempertahankan kedaulatan dan melindungi bangsa dari ancaman pertahanan," tuturnya.
Kecenderungan menguatnya peran militer di ranah sipil dinilai semakin menjauh dari agenda Reformasi 1998, serta berpotensi mengancam demokrasi, supremasi sipil.
- Ratusan Organisasi hingga Tokoh Masyarakat Teken Petisi Tolak Militer di Ranah Sipil
- Akademisi Binus Ingatkan Gejala Kudeta di Berbagai Negara dan Meluasnya Peran Militer di Jabatan Sipil
- Akademisi dan Peneliti Soroti Relasi Militer, Bisnis & Politik: Peringatkan Pudarnya Profesionalisme
- Purbaya Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Punya Banyak Kekurangan
- Reuni di UHN, Agus Rahardjo & Sudirman Said Sebut RI Masuk Era Kegelapan Tata Kelola Negara
- David Herson: Dari Reformasi ke Serakahnomic, Siapa yang Diuntungkan?
JPNN.com




