Respons Arahan Istana, Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad Gandeng Hotman Paris Demi Bersihkan Nama

Respons Arahan Istana, Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad Gandeng Hotman Paris Demi Bersihkan Nama
Konferensi pers Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad terkait dugaan kasus impor barang yang menyeret nama perusahaan Blue Ray, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

Sebelumnya, pada 4 Februari 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan.

Pada 5 Juni 2026, muncul nama Raffi Ahmad dalam persidangan terkait kunjungannya ke Kantor Blueray Cargo di Amerika Serikat.

KPK pada 8 Juni 2026, mengonfirmasi nama Raffi Ahmad sempat muncul dalam penyidikan kasus tersebut, terutama terkait kegiatannya yang mengunjungi Kantor Blueray Cargo untuk menitip atau mengirimkan sejumlah barang elektronik ke Indonesia.

"Betul, ada fakta saudara RA (Raffi Ahmad) itu menitip," ujar Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (8/6).

Kendati demikian, dia mengaku KPK belum mengembangkan hal tersebut lebih lanjut dalam penyidikan kasus Bea Cukai.

"Kemarin kami tidak kembangkan terlalu jauh karena belum sampai kepada fakta-fakta yang menguatkan bahwa itu jadi bagian dari peristiwa Blueray mengurus keimigrasian di Ditjen Bea Cukai sehingga kemudian itu tidak kami lakukan pemanggilan," katanya.(antara/jpnn)

Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad resmi menunjuk pengacara kondang Hotman Paris untuk memulihkan nama baiknya.


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News