Respons Menko Polkam soal Polemik Kejagung dan Polri, Simak
Djamari menuturkan di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap berbagai kasus dugaan korupsi, pemerintah mengajak masyarakat untuk melihat kondisi ini secara proporsional.
Banyaknya pengungkapan perkara tidak serta-merta menunjukkan korupsi semakin meningkat. Melainkan semakin kuatnya komitmen negara dalam penindakan dan pembersihan korupsi.
Menurut Djamari, selama ini korupsi memang menjadi tantangan bangsa, yang membedakan saat ini adalah komitmen pemerintah untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.
"Tidak ada ruang bagi siapa pun yang terbukti melanggar hukum, tanpa melihat asal institusi ataupun kedudukannya," ungkap dia.
Djamari juga mengingatkan agar masyarakat tidak membenturkan satu Kejaksaan Agung dengan Polri.
Seluruh aparat negara merupakan bagian dari sistem penegakan hukum yang saling melengkapi dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih.
"Mari kawal proses hukum secara objektif, hormati asas praduga tak bersalah, dan hindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi," tutur dia.
Pemerintah memastikan koordinasi antarinstansi terus berjalan dengan baik agar setiap proses penegakan hukum berlangsung efektif, profesional, dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.(era/jpnn)
Jangan Lewatkan Video Terbaru:
Menko Polhukam Djamari Chaniago mengatakan pemerintah mendukung penuh proses penegakan hukum terkait polemik antara Kejaksaan Agung dan Polri
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul
- Usut Kasus Karhutla, Kapolri: Kami Sudah Menetapkan 138 Tersangka
- Kejagung Jerat Febrie dengan Pasal Berlapis, Pakar: Bukti Nyata Keseriusan
- Sahroni Ingin RUU Perampasan Aset Maksimal Berantas Korupsi: tetapi Aparat Tak Sewenang-wenang
- Kejagung Sita Aset Tersangka Korupsi MBG, dari Mobil Hingga Jam Tangan Mewah
- Kasus Korupsi MBG, Kejagung Sita Aset Dadan Hindayana Cs Senilai Rp 8,43 Miliar
- Guru Besar UPH Soroti Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Pasal 91 KUHAP
JPNN.com




