Respons Wasekjen PKB Soal Hoaks Surat Suara

Respons Wasekjen PKB Soal Hoaks Surat Suara
SUDAH DIHAPUS: Kicauan politikus Partai Demokrat (PD) Andi Arief yang telah dihapus. Foto: Twitter

jpnn.com, JAKARTA - Kabar hoaks tujuh kontainer surat suara yang telah dicoblos sudah meresahkan masyarakat. Isu tersebut dapat menganggu proses pemilihan umum (pemilu) yang akan berlangsung beberapa bulan mendatang.

Hal itu dikatakan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan (PKB), Dita Indah Sari, Jumat (4/1).

"Isu hoaks itu harus diusut karena ini menimbulkan keresahan di masyarakat. Kami partai pendukung pemerintah menyerahkan kasus itu ke polisi," ujar Dita.

Dita mendukung langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang telah melaporkan isu hoaks tujuh kontainer surat suara kepada pihak kepolisian dalam hal ini Bareskrim Polri.

Dia berharap polisi dapat mengusut tuntas kasus hoaks tujuh kontainer surat suara yang telah dicoblos itu.

"Kemarin KPU sudah lapor ke Bareskrim, kita dukung langkah itu. Sekarang 'bola' ada di tangan polisi," tutur Caleg Dapil Sumut 1 itu.

Masih kata Dita, menurutnya hoaks saat ini sudah sangat meresahkan. Dia mengingatkan bahwa jangan karena Pilpres membuat orang kehilangan akal sehat.

Dikatakannya, pihak yang membuat hoaks adalah orang jahat, sedangkan yang membagikan merupakan orang bodoh.

Kabar hoaks tujuh kontainer surat suara yang telah dicoblos sudah meresahkan masyarakat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News