Pemerintah Tarik Utang Lagi, APBN Kembang Kempis?
jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah menarik pembiayaan utang senilai Rp386 triliun per 31 Mei 2026, setara 46,4 persen dari target APBN senilai Rp832,2 triliun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pembiayaan anggaran dalam lima bulan pertama tetap berlangsung normal.
Pemerintah juga mencatatkan realisasi pembiayaan non utang sebesar Rp6,5 triliun, minus 4,4 persen dari target Rp143,1 triliun.
Dengan demikian, total pembiayaan anggaran APBN hingga akhir Mei tercatat sebesar Rp379,4 triliun. Nilai ini setara 55,1 persen terhadap target APBN Rp689,2 triliun.
“Karena keseimbangan primer Rp58,6 triliun, sampai sekarang pembiayaan anggarannya Rp 379,4 triliun,” ujar Purbaya di Jakarta, Jumat (5/6).
Keseimbangan primer mencetak surplus sebesar Rp58,6 triliun, yang mengindikasikan fiskal masih cukup memadai untuk mengelola pendapatan, belanja, dan utang.
Adapun defisit APBN per Mei 2026 tercatat sebesar Rp180,4 triliun atau 0,70 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Pendapatan negara terhimpun sebesar Rp1.185 triliun atau setara 37,6 persen target APBN senilai Rp3.153,6 triliun. Realisasi ini tumbuh sebesar 19,1 persen (year-on-year/yoy).
Pemerintah menarik pembiayaan utang senilai Rp 386 triliun per 31 Mei 2026, setara 46,4 persen dari target APBN senilai Rp 832,2 triliun.
- Pemerintah Ungkap Alasan Tarif Lepas Kewarganegaraan Naik dari Jadi Rp5 Juta
- DJP Yakin Pajak Marketplace Tak Akan Mendongkrak Harga di Tingkat Konsumen
- DJP Kemenkeu Dikritik Pedas soal Pelibatan TNI-Polri untuk Pengawasan Pajak
- Fitch Pangkas Peringkat Pos Indonesia Jadi C Imbas Gagal Bayar Cicilan Sukuk Tahap I
- Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, GREAT Institute: Masyarakat Tak Perlu Takut Pajak
- Purbaya Bandingkan Besaran Utang Indonesia dengan AS dan Jerman, Oalah
JPNN.com




