RI Terapkan Survival Mode di Tengah Tekanan Global
jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan di tengah konflik di Timur Tengah saat ini, Pemerintah Indonesia menerapkan 'survival mode' atau mode bertahan.
Purbaya menjelaskan 'survival mode' berarti pemerintah harus mengoptimalkan seluruh sumber daya dan peluang yang tersedia.
Menurut dia, hal itu dilakukan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, tanpa ruang untuk kebijakan yang tidak efektif.
“Artinya kami enggak boleh main-main lagi. Artinya kalau kami enggak ada ruang atau enggak ada luxury untuk bermain-main lagi dengan segala peluang yang kami bisa buat,” kata Purbaya dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (24/4).
Menteri Purbaya menegaskan kebijakan fiskal dan program ekonomi harus dijalankan secara serius dan terukur agar tidak menimbulkan risiko bagi perekonomian nasional.
Dalam kerangka tersebut, Purbaya memastikan akan memaksimalkan seluruh instrumen yang berada di bawah kewenangan Kementerian Keuangan untuk memastikan program berjalan efektif dan terpantau dengan baik.
Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi.
Melalui beleid tersebut, pemerintah membentuk satuan tugas (satgas) yang bertugas mengawal percepatan program, termasuk mengatasi hambatan (debottlenecking) dalam implementasi kebijakan.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi mengatakan di tengah konflik di Timur Tengah ini, pemerintah menerapkan 'survival mode' atau mode bertahan.
- PSN Wanam Dinilai Jadi Jalan Menuju Kesejahteraan Warga Papua
- APDESI Merah Putih Dorong Desa Jadi Lokomotif Ekonomi dan Ketahanan Pangan Nasional
- Kenaikan Harga Pertamax Dinilai Realistis untuk Menjaga APBN
- Stabilitas Rupiah Jangan Sampai Mengorbankan Keadilan Sosial
- Ada Saran dari Tantowi Yahya buat Pemerintah, Ini soal Pariwisata demi Ekonomi Negara
- BI-Rate & Pertamax Naik, Ekonom: Pukulan Keras Bagi Daya Beli Kelas Menengah
JPNN.com




