Rio Capella Sebut Partai Hanura Usulkan Perubahan Sistem Pemilu
Hanura, sambung Rio, mendukung sistem kombinasi atau setengah terbuka.
Dalam skema tersebut, partai memiliki kewenangan menempatkan kader unggul pada nomor urut tertentu.
Sementara, perolehan suara tetap menjadi pertimbangan untuk mendapatkan kursi berikutnya.
"Kalau misalnya satu partai mendapatkan dua kursi, maka kursi pertama diserahkan kepada urutan nomor satu, kursi berikutnya ditentukan oleh suara terbanyak," katanya.
Menurut Rio, mekanisme tersebut akan memberikan penghargaan kepada partai, sekaligus tetap memberikan kesempatan kepada caleg untuk berkompetisi mendapatkan suara.
"Kalau cuma dapat satu kursi, maka diserahkan kepada orang yang diusulkan oleh partainya pada urut nomor satu. Sehingga, ada penghargaan dan membudayakan agar orang itu menjadi caleg dengan cara membesarkan partainya dulu," ujar Wakil Ketua Umum Hanura itu.
Dia juga menilai mekanisme kombinasi juga dapat mendorong kader untuk konsisten membangun partai. Bukan berpindah-pindah partai hanya karena memiliki modal besar.
"Jangan kemudian dia bisa pindah-pindah antarpartai politik hanya dengan mengandalkan uang yang banyak. Saya pikir itu juga bikin demokrasi kita kurang sehat," tegasnya.
Patrice Rio Capella menyatakan Partai Hanura mengusulkan perubahan sistem Pemilu legislatif menjadi sistem kombinasi antara proporsional tertutup dan terbuka.
- Partai Hanura Optimistis Raih Hasil Lebih Baik Pada Pemilu 2029
- Hanura Berkonsolidasi dan Memperkuat Struktur Partai di Aceh Menjelang Pemilu 2029
- DPP Hanura Berkonsolidasi ke DPD dan DPC Menjelang Pemilu 2029
- Politikus Senior Golkar Dorong Rapimnas Dukung Prabowo 2029 dan Pecat Kader Bermasalah
- Zulhas Ungkap Kesepakatan dengan Bahlil di Depan Prabowo, Ada Respons Dua Jempol
- Perludem Khawatir Penerapan PT 5 Persen Bikin Banyak Suara Pemilu Terbuang
JPNN.com




