Catatan Politik Bamsoet
Rivalitas Politik Hendaknya Tak Destruktif Terhadap Stabilitas Negara dan Pemerintah
Oleh: Bambang Soesatyo
jpnn.com, JAKARTA - Rivalitas politik tidak boleh menumbuhkan benih-benih instabilitas negara dan jalannya pemerintahan.
Maka, siapa saja yang melakoni rivalitas itu tidak menungganginya dengan tindakan atau aksi teror dan intimidasi terhadap prinsip kebebasan berpendapat yang sudah menjadi kesepakatan bersama.
Akhir-akhir ini, rivalitas para aktor politik tampak tidak sehat dan berbahaya karena destruktif terhadap stabilitas negara dan jalannya pemerintahan.
Pijakan untuk mengatakan bahwa rivalitas politik itu sudah sangat berbahaya adaah proses pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis kontras, dan yang tidak kalah pentingnya adalah reaksi dan pernyataan resmi Presiden Prabowo Subianto dalam menyikapi kasus itu.
Melalui pernyataan resmi dan terbuka, dua institusi negara mengumumkan bahwa pelaku teror itu teridentifikasi sebagai empat oknum dari sebuah institusi negara yang selalu bertindak dan bekerja berdasarkan perintah atasan.
Presiden Prabowo pun mengutuk aksi teror itu, serta mendesak dilakukannya pengusutan tuntas.
Reaksi dan penyikapan Presiden seperti itu adalah keniscayaan.
Presiden melihat dan tentu merasakan adanya kelompok kekuatan yang ingin merusak dan meruntuhkan reputasi serta kredibilitas pemerintahannya.
Rivalitas politik tidak salah, tetapi setiap lakon dalam rivalitas itu hendaknya tidak destruktif terhadap stabilitas negara dan pemerintah
- Sambut Harlah ke-28, PKB Serahkan Beasiswa kepada Siswa Sekolah Alam Arus Kualan
- Cegah Tumpang Tindih Aturan, MPR Minta Harmonisasi Regulasi Daerah Diperkuat
- Sambut Baik Peluncuran SRUK, Eddy Soeparno: Langkah Perkuat Tata Kelola Pasar Karbon
- Waka MPR Berharap Sensus Ekonomi 2026 Hasilkan Data untuk Wujudkan Ekonomi Inklusif
- Bedah Ekonomi Syariah, Fraksi PKS MPR Cari Solusi Problematika Perekonomian Indonesia
- Pimpinan MPR Sambangi MK, Bahas Sidang Tahunan dan Penguatan Tafsir Konstitusi
JPNN.com




