Rupiah Ambles ke Level Rp 17.500 Per USD, BI Sebut Faktor Musiman
jpnn.com, JAKARTA - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti buka suara perihal rupiah yang sempat ambles ke level Rp 17.519 per dolar AS (USD), pada Selasa (12/5).
Destry menjelaskan mata uang Indonesia tertekan karena faktor konflik Timur Tengah yang masih berlangsung.
Kondisi ini mendorong kenaikan harga minyak mentah, sehingga kurs dolar Amerika Serikat turut menguat yang berpengaruh pada rupiah.
Selain itu, dari sisi domestik, Destry menyebut adanya peningkatan kebutuhan dolar AS secara musiman.
Kebutuhan ini antara lain untuk pembayaran utang luar negeri dan dividen.
Selain itu, pengingkatan kebutuhan USD juga meningkat di pasar domestik menyusul musim haji.
"Kebutuhan untuk ibadah haji mendorong peningkatan permintaan USD di pasar domestik," begitu keterangan tertulis Destry.
Namun, Destry menekankan Bank Indonesia terus berkomitmen melakukan smart intervention baik di pasar spot, DNDF, maupun NDF.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti buka suara perihal rupiah yang ambles ke level Rp 17.519 per USD
- HIPMI Minta Evaluasi Menyeluruh Sistem Distribusi BBM di Sumut
- KADIN: Potensi Perputaran Ekonomi Piala Dunia 2026 Capai Rp5,03 Triliun
- Resmi Gabung IFSWF Global, Danantara Indonesia Berkomitmen Terapkan Standar Tata Kelola Dunia
- Purbaya Bandingkan Besaran Utang Indonesia dengan AS dan Jerman, Oalah
- Pemerintah Pangkas Bunga Pinjaman Usaha Mikro dari 22 Persen Menjadi 8 Persen
- Program B50 Dinilai Mampu Tekan Impor BBM, Sokong Target Swasembada Energi
JPNN.com




