Rupiah Ambrol Rp 17.900 per USD, IHSG Jeblok Nyaris 5%, Investor Alihkan Aset Berisiko

Rupiah Ambrol Rp 17.900 per USD, IHSG Jeblok Nyaris 5%, Investor Alihkan Aset Berisiko
Investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, dan mengalihkan dananya ke aset yang lebih aman yang memicu pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Foto/ilustrasi: Ricardo/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (3/6) akibat aksi investor yang mengurangi eksposur pada aset berisiko. Mereka mengalihkan dana ke instrumen yang lebih aman (safe haven).

Pengamat pasar modal Elandry Pratama mengatakan sikap tersebut merupakan respons terhadap adanya kombinasi sentimen dari tingkat domestik dan global.

"Tekanan terjadi cukup merata, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang memiliki bobot dominan terhadap indeks, sehingga penurunannya berdampak signifikan terhadap IHSG," ujar Elandry saat di Jakarta, Rabu.

Elandry menjelaskan dari dalam negeri, pelemahan kurs rupiah yang mendekati level Rp 18 ribu per USD, turut menekan sentimen pasar saham karena meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas makro dan potensi capital outflow (dana asing keluar).

"Selain itu, tekanan teknikal akibat penembusan level support juga mempercepat aksi jual di pasar," ujar Elandry.

Kemudian, dari mancanegara, pelaku pasar merespons meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, dan sentimen risk-off yang mendorong perpindahan dana ke aset yang dianggap lebih aman.

Menurutnya, saat ini investor asing cenderung berada dalam mode wait and see, yaitu fokus utama mereka adalah stabilitas nilai tukar rupiah, arah suku bunga global, serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Selama volatilitas rupiah masih tinggi, bahwa foreign flow (arus dana asing) berpotensi tetap akan berhati-hati.

Investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, dan mengalihkan dananya ke aset yang lebih aman yang memicu pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News