Rupiah dan IHSG Terus Anjlok, Pengamat Beberkan Penyebabnya
jpnn.com, JAKARTA - Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menyoroti pelemahan tajam nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS serta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Senin (9/3).
Ibrahim mengungkapkan nilai tukar rupiah telah menyentuh angka Rp 17.000 per dolar AS.
Pada saat yang sama, IHSG bahkan sempat mengalami pelemahan hingga menyentuh level 5 persen.
Menurut Ibrahim, terdapat faktor eksternal dan internal yang memicu carut-marut pasar tersebut.
Faktor eksternal utama datang dari terpilihnya pemimpin baru Iran, Mujtaba Khamenei, yang menggantikan posisi Ayatollah Khamenei.
Ibrahim menilai kepemimpinan baru ini beraliran fundamentalis Islam yang berpotensi memperpanjang konflik.
"Sehingga kemungkinan besar dalam 6 bulan ke depan perang di Timur Tengah ini masih akan terus berjalan. Bahkan Trump mengatakan akan memusnahkan ya, akan mengganti rezim yang ada di Iran," kata Ibrahim melalui percakapan audio.
Kondisi tersebut diperparah dengan lonjakan ketegangan di Timur Tengah yang berisiko pada penutupan Selat Hormuz.
Pengamat mata uang dan komoditas menyoroti pelemahan tajam nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS serta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
- Perhatian Investor Tertuju kepada Suahasil, Pasar Bergerak 'Sideway'
- Purbaya Kena Reshuffle Kabinet, Rupiah Anjlok 58 Poin
- Pasar Berekspektasi Terhadap The Fed, Rupiah Jadi Kurang Perhatian
- Efek Langkah ‘Wait and See’ Investor, Rupiah Melemah
- Harga Minyak Dunia Melambung, IHSG Oleng
- Trading Saham Amerika: 5 Platform untuk Akses dari Indonesia
JPNN.com




