Rupiah Ditutup Menguat 114 Poin, Masih Mampu Menanjak?
jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah menguat 114 poin atau 0,63 persen pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (10/6).
Mata uang garuda jadi Rp 17.944 per USD dari sebelumnya Rp 18.058 per USD.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan pemulihan rupiah seiring membaiknya sentimen pasar dan langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia (BI).
“Setelah sempat menyentuh level terlemah di Rp 18.190 per USD pada awal pekan, rupiah mulai menunjukkan pemulihan seiring membaiknya sentimen pasar dan langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia,” ucap Amru di Jakarta, Rabu.
Namun, Amru mengingatkan pergerakan rupiah masih berpotensi fluktuatif karena pasar terus mencermati perkembangan sentimen global maupun domestik.
Sebab, perhatian investor saat ini masih tertuju pada perkembangan konflik di Timur Tengah yang dapat mempengaruhi minat pasar terhadap aset berisiko.
Selain itu, lanjutnya, pelaku pasar juga menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat yang akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
“Jika inflasi AS masih tinggi, USD berpotensi menguat karena pasar akan memperkirakan suku bunga tetap tinggi lebih lama. Sebaliknya, jika inflasi lebih rendah dari perkiraan, tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, dapat berkurang,” ungkap Amru.
Nilai tukar (kurs) rupiah menguat 114 poin atau 0,63 persen pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (10/6).
- BP Rebana Tawarkan Peluang Investasi Kawasan Industri kepada Investor Malaysia
- ICX Buka-bukaan soal Ciri-ciri Perusahaan Platform Crowdfunding yang Sehat
- Kurs Rupiah Kembali Menguat Ditopang Cadangan Devisa Negara
- Rupiah Menguat di Hadapan USD, Ada Kabar Baik Apa?
- Genjot Pertumbuhan Ekonomi, BI Percepat Penguatan UMKM dan Penyaluran Kredit
- Melemah 114 Poin, Rupiah Makin Gawat, USD Tembus Rp 18.128
JPNN.com




