Rupiah Mata Uang Terlemah Kelima di Dunia, Ekonom: Fondasi Ekonomi Rapuh
jpnn.com, JAKARTA - Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat menyampaikan Forbes Advisor pada April 2026 menempatkan rupiah sebagai mata uang terlemah kelima di dunia berdasarkan nilai tukarnya terhadap dolar Amerika Serikat atau USD.
Kurs rupiah bahkan sempat menyentuh kisaran Rp 17.400 per USD, level terburuk dalam sejarah modern Indonesia.
Di saat yang sama, mata uang Kuwait, dinar Kuwait, tetap menjadi mata uang paling bernilai di dunia. Satu dinar Kuwait bernilai lebih dari USD 3.
“Perbedaan ini bukan sekadar soal nominal mata uang, melainkan refleksi dari kualitas pengelolaan ekonomi dan kepercayaan global terhadap suatu negara,” ungkap Achmad dikonfirmasi JPNN.com, Senin (11/4).
Dia menyebut Indonesia hari ini sedang menghadapi persoalan yang lebih dalam dibanding sekadar fluktuasi kurs.
"Sebab, pelemahan rupiah adalah alarm bahwa fondasi ekonomi nasional masih rapuh," kata dia.
Ketika Rupiah Menjadi Cermin Kepercayaan
Achmad menjelaskan nilai tukar pada dasarnya adalah ukuran kepercayaan. Makin kuat kepercayaan dunia terhadap ekonomi suatu negara, semakin kuat pula mata uangnya.
Forbes Advisor pada April 2026 menempatkan rupiah sebagai mata uang terlemah kelima di dunia berdasarkan nilai tukarnya terhadap dolar Amerika Serikat atau USD.
- Menko Airlangga Dorong Penguatan Hubungan RI-Finlandia, Pacu Dukungan Aksesi OECD
- PSN Wanam Dinilai Jadi Jalan Menuju Kesejahteraan Warga Papua
- Rupiah Ditutup Menguat 114 Poin, Masih Mampu Menanjak?
- APDESI Merah Putih Dorong Desa Jadi Lokomotif Ekonomi dan Ketahanan Pangan Nasional
- Harga BBM Naik, Wali Kota Bandung Minta ASN Tinggalkan Mobil Pribadi
- Kenaikan Harga Pertamax Dinilai Realistis untuk Menjaga APBN
JPNN.com




