Rupiah Mata Uang Terlemah Kelima di Dunia, Ekonom: Fondasi Ekonomi Rapuh
Oleh Karena itu, pelemahan rupiah tidak bisa hanya dijelaskan dengan alasan eksternal seperti perang Timur Tengah atau suku bunga The Fed.
Dia menyebut memang benar faktor global memberi tekanan. Reuters mencatat bahwa konflik geopolitik, tingginya suku bunga Amerika Serikat, dan arus modal keluar dari negara berkembang menjadi penyebab utama tekanan terhadap rupiah.
Namun, negara lain juga menghadapi tekanan yang sama, tetapi tidak semua mata uang jatuh sedalam rupiah.
“Artinya ada persoalan domestik yang belum selesai,” ujar Achmad.
Dia menyebutkan investor global melihat Indonesia masih menghadapi ketidakpastian fiskal, lemahnya pendalaman industri, serta ketergantungan tinggi pada impor energi dan bahan baku.
Ketika kepercayaan menurun, lanjut Achmad, permintaan terhadap dolar meningkat dan rupiah tertekan.
“Ibarat kapal besar, Indonesia sebenarnya memiliki ukuran dan sumber daya yang luar biasa. Tetapi kapal besar tanpa mesin yang kuat akan tetap mudah dihantam ombak,” kata dia.
Achmad melanjutkan Indonesia terlalu bergantung pada ekspor komoditas mentah. Ketika harga batu bara, nikel, atau sawit turun, penerimaan devisa ikut melemah.
Forbes Advisor pada April 2026 menempatkan rupiah sebagai mata uang terlemah kelima di dunia berdasarkan nilai tukarnya terhadap dolar Amerika Serikat atau USD.
- Menkeu Tekankan Transaksi PFII Pakai Valas Tak Ganggu Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
- PFII Strategis untuk Memperkuat Ekonomi dan Moneter Jangka Panjang
- Pajak Nol di PFII hingga 50 Tahun, Purbaya: Bukan Lost, tetapi Potential Gain
- Waduh, Investor 'Wait and See', Pagi Ini Rupiah Dibuka Melemah 42 Poin
- Tinjau Nasabah PNM di Mojokerto, Danantara Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan
- Kekhawatiran Investor Mereda, Kurs Rupiah Moncer
JPNN.com




