Rupiah Tembus Rp 18.000, Bank Indonesia Tingkatkan Intensitas Intervensi di Pasar
jpnn.com, JAKARTA - Bank Indonesia merespons nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang merosot hingga menembus level Rp 18.000 pada perdagangan Kamis (4/6).
Otoritas moneter kini memantau ketat pergerakan mata uang garuda di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti menjelaskan pelemahan nilai tukar masih sangat dipengaruhi oleh tensi geopolitik di Timur Tengah yang terus tereskalasi.
Kondisi geopolitik tersebut mendorong harga minyak tetap tinggi dan meningkatkan risiko inflasi global.
Hal itu memicu terjadinya arus dana keluar dari negara-negara berkembang atau emerging markets menuju aset yang dinilai lebih aman.
Selain faktor eksternal, kebutuhan dolar AS di dalam negeri juga tercatat masih cukup besar.
Lonjakan permintaan itu menyusul pola musiman repatriasi dividen oleh korporasi serta kebutuhan pembayaran Utang Luar Negeri (ULN).
Menyikapi hal tersebut, Destry menyatakan Bank Indonesia akan terus hadir di pasar untuk menjaga keseimbangan.
BI merespons nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang merosot hingga menembus level Rp 18.000 pada perdagangan Kamis (4/6).
- Pasar Berekspektasi Terhadap The Fed, Rupiah Jadi Kurang Perhatian
- Efek Langkah ‘Wait and See’ Investor, Rupiah Melemah
- Posisi Cadangan Devisa RI Naik Tipis
- ShopeePay Dukung Adopsi QRIS Nasional, Hadirkan Pasti Cashback Saldo hingga Rp 100 Ribu untuk Pengguna
- Purbaya Buka–bukaan soal Keuntungan Penitipan Uang Pemerintah ke Bank Himbara
- DPR dan Pemerintah Targetkan Tingkat Kemiskinan Turun ke 6 Persen di Tahun 2027
JPNN.com




