Rupiah Undervalued, Gubernur BI Siapkan 7 Langkah Perkuat Mata Uang
jpnn.com, JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait tujuh langkah untuk penguatan rupiah ke depan.
Hal itu untuk merespons rupiah yang saat ini berada dalam kondisi undervalued.
Langkah pertama adalah memperkuat intervensi di pasar valuta asing, baik di dalam negeri maupun luar negeri untuk menstabilkan rupiah.
"Cadangan devisa kami lebih, jadi cukup untuk melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah itu," kata Perry di Istana Negara, pada Rabu (6/5).
Langkah kedua dan ketiga difokuskan pada penguatan arus modal dan koordinasi fiskal-moneter.
Bank Indonesia, menurut Perry, mendorong peningkatan inflow melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menutup outflow dari Surat Berharga Negara (SBN) dan saham, serta terus melakukan pembelian SBN di pasar sekunder.
"Kami sudah membeli SBN dari pasar sekunder year to date adalah Rp123,1 triliun. Kami akan melakukan koordinasi termasuk nanti Pak Menteri Keuangan bisa melakukan masalah buyback dan segala macam. Koordinasi sangat erat antara fiskal dan moneter," kata dia.
Selanjutnya, langkah keempat menjaga likuiditas perbankan yang tetap longgar. Kelima membatasi pembelian dolar di pasar domestik.
Bank Indonesia Subianto melaporkan kepada Presiden Prabowo terkait tujuh langkah untuk penguatan rupiah ke depan.
- Kasus CSR BI Mangkrak, ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan untuk KPK, MAKI Beri Dukungan Penuh
- Presiden Menambal Biaya Dinas LN Pakai Uang Pribadi, Purbaya: Enggak Ada Aturannya
- Purbaya Bantah Ajukan Pengunduran Diri dari Jabatan Menteri Keuangan
- Sugiat Sebut Diplomasi Aktif Prabowo Perkuat Posisi Indonesia di Panggung Global
- Kritik Dino Patti Djalal soal Kunjungan Luar Negeri Prabowo, Habiburokhman: Kurang Etis
- Seskab Teddy Sebut Kelebihan Biaya ke Luar Negeri Ditanggung Pribadi Presiden Prabowo
JPNN.com




