Rusdi Kirana: AI Harus Perkuat Ekonomi Rakyat, Bukan Hanya Simbol Kemajuan Teknologi

Rusdi Kirana: AI Harus Perkuat Ekonomi Rakyat, Bukan Hanya Simbol Kemajuan Teknologi
Wakil Ketua MPR Rusdi Kirana saat menyampaikan sambutan dalam Diskusi Publik bertema 'Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi' yang dirangkaikan dengan Pembukaan Bazar Gelaran Ekonomi Rakyat di Selasar Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/7). Foto: Dokumentasi Humas MPR RI

Sebagai pelaku usaha yang mempekerjakan sekitar 27 ribu karyawan, Rusdi mengaku memahami tantangan transformasi teknologi di dunia kerja.

Menurut Rusdi, adaptasi terhadap AI bukan perkara mudah, tetapi merupakan keniscayaan yang harus dihadapi bersama.

Dalam konteks tersebut, Rusdi menegaskan pentingnya kehadiran negara untuk memastikan perkembangan teknologi tetap berada dalam koridor kepentingan nasional dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

“Teknologi hanyalah alat. Tujuan kita tetap sama, yaitu sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. AI harus menjadi instrumen yang mempercepat pelayanan, memperluas akses pendidikan, meningkatkan produktivitas petani dan nelayan, memperkuat UMKM, serta membuka kesempatan bagi generasi muda,” ungkapnya.
Rusdi juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi oleh bangsa Indonesia.

Indonesia, katanya, tidak boleh hanya menjadi pasar atau pengguna teknologi global, tetapi harus mampu menjadi bangsa yang menghasilkan inovasi dan menciptakan teknologi yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

“Kita ingin AI menjadi milik petani yang ingin meningkatkan hasil panennya, milik nelayan yang ingin membaca cuaca dengan lebih akurat, milik pelaku UMKM yang ingin menembus pasar lebih luas, serta milik santri, mahasiswa, guru, dan generasi muda yang ingin menciptakan masa depan melalui inovasi,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan arah baru ekonomi yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah yang tepat sebagai hasil pembelajaran dari perjalanan pembangunan Indonesia selama 25 tahun terakhir.

Menurut Muhaimin Iskandar, tantangan terbesar saat ini bukan lagi terletak pada arah kebijakan, melainkan pada implementasinya di lapangan.

Wakil Ketua MPR Rusdi Kirana berbiacara soal perkembangan AI dalam Diskusi Publik bertema 'Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi'

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News