Saat Kelor Menjadi Jalan Menghidupkan Pondok Kelor
Oleh: Desiana Vidayanti - Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Mercu Buana; yang menaruh perhatian pada pemberdayaan masyarakat, pengembangan desa, serta rekayasa geoteknik
jpnn.com - Ada ironi dalam pembangunan desa: program datang silih berganti, tetapi persoalan yang sama sering kembali.
Hari ini ada program pengelolaan sampah. Besok pemberdayaan usaha mikro.
Setelah itu ketahanan pangan, penguatan kelembagaan, atau pengembangan desa wisata.
Program selesai, pendamping pulang, lalu perlahan semuanya kembali seperti semula.
Sampah kembali menumpuk. Kelompok usaha berhenti berproduksi. Potensi lokal yang sempat diperkenalkan kembali terlupakan.
Pertanyaannya, apakah desa memang kekurangan program, atau justru kekurangan sistem yang menghubungkan berbagai program tersebut?
Pertanyaan inilah yang relevan ketika melihat pengalaman Desa Pondok Kelor, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.
Bukan Sekadar Masalah Sampah
Masa depan Pondok Kelor memang tidak perlu dicari terlalu jauh. Ia bisa saja tumbuh kembali dari pekarangan rumah, dari pohon kelor, dari tangan warga.
- Ratusan Mahasiswa Baru UC Jakarta Uji Produk & Kemampuan Berbisnis di Blok M
- Mahasiswa Tawarkan Solusi Atasi Polusi Udara lewat Clean Air Policy Competition
- Kunjungi BULOG, Mahasiswa Universitas Andi Djemma Pelajari Garda Ketahanan Pangan
- Sambut 1.147 Mahasiswa Baru, UBakrie's Week 2026 Dukung Generasi Siap Kerja
- President University Resmi Jadi Pusat Studi ASEAN ke-70 di Indonesia
- 12 Talenta Muda Industri Hiburan Pilih Kuliah di Universitas Ciputra Jakarta, Apa Alasannya?
JPNN.com




