SAFF & Co. Hadirkan MORFOSIA, Perpaduan Seni Instalasi dan Aroma di Central Park
jpnn.com, JAKARTA - Merek parfum asal Indonesia, SAFF & Co mempersembahkan MORFOSIA: Caress of the Hubris, yakni sebuah instalasi seni berskala besar yang menghadirkan pengalaman imersif melalui perpaduan visual dan aroma.
Berlokasi di Tribeca Park, Central Park Jakarta, instalasi ini mengajak publik menyelami makna keindahan lebih dalam lewat karya yang memikat indera penglihatan dan penciuman.
Co-Founder SAFF & Co, Santi Tan menjelaskan sebagai pionir dunia perfumery artistik di Indonesia, pihaknya telah mencatatkan penjualan lebih dari 2 juta produk sejak didirikan.
“Kami menghadirkan parfum, bukan hanya sebagai produk indera penciuman, tetapi juga sebagai pengalaman emosional yang menyentuh seluruh indera,” kata Santi Tan saat peluncuran instalasi MORFOSIA: Caress of the Hubris di Jakarta, Jumat (18/4).
Dia menjelaskan MORFOSIA adalah ekspresi dari filosofi bahwa setiap wangi memiliki cerita yang bisa dirasakan, dilihat, bahkan dihidupkan.
“Kami percaya parfum juga mampu mengisahkan sesuatu yang lebih besar dari sekedar botol dan wanginya saja,” lanjutnya.
Dia mengungkapkan terinspirasi dari kisah Narcissus dalam mitologi Yunani, instalasi bunga raksasa yang menggantung setinggi 10 x 4-meter itu menampilkan transformasi dengan pencahayaan yang lembut.
Di saat yang sama SAFF & Co juga mendirikan pop up booth di lantai 1 Central Park Mall agar pengunjung bisa mencoba varian essence wangi lainnya.
Merek parfum asal Indonesia, SAFF & Co mempersembahkan MORFOSIA: Caress of the Hubris, yakni sebuah instalasi seni berskala besar
- Lestarikan Warisan Dayak, Pelajar SMKN 2 Palangka Raya Belajar Menjawet
- Cold Chain Expo 2026: Sanwoo Bawa Freezer, Chiller, dan Gas Rice Steamer Tahan Banting
- Ini Alasan Ratu Aulia Pilih Eloi Coco Membuat Parfum Blooming in The Dark
- Gandeng Eloi Coco, Ratu Aulia Perkenalkan Parfum Berkonsep Personal
- Penjelasan Kuasa Hukum soal Isu Betrand Peto Curi Parfum dan Uang Sarwendah
- Betrand Peto Dituduh Mencuri Parfum Hingga Uang, Pengacara Bantah, Sebut Bon Masih Ada
JPNN.com




