Sambut Abad ke-2 NU dengan Optimisme, Gus Hayid Luncurkan Buku 3 Jilid
jpnn.com, JAKARTA - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menjadi momentum penting untuk melihat kembali perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah khidmah di masa mendatang.
Di tengah perhelatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, sebuah buku tiga jilid mencoba menghadirkan perspektif mengenai tantangan dan peluang NU memasuki abad keduanya.
Buku tersebut berjudul NU Abad Kedua: Menjaga Khittah, Optimis Menatap Masa Depan karya Dr. KH. Muhammad Nur Hayid, S.Th.I., M.M., CSM.
Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus. Forum permusyawaratan tertinggi NU itu mengusung tema "Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa".
Sejumlah agenda strategis akan dibahas, mulai dari evaluasi organisasi, bahtsul masail, program dan rekomendasi, hingga pemilihan kepemimpinan NU untuk masa khidmah 2026–2031.
Dalam konteks tersebut, NU Abad Kedua hadir dengan pertanyaan yang lebih mendasar: Kemana NU hendak melangkah setelah melewati satu abad perjalanan?
Membaca NU dari Dalam hingga Percaturan Global
Buku ini tidak hanya membicarakan sejarah NU atau merekam perjalanan organisasi. Tiga jilid buku tersebut mencoba memetakan sejumlah persoalan yang dinilai akan berhadapan langsung dengan NU di masa depan.
Buku tersebut berjudul NU Abad Kedua: Menjaga Khittah, Optimis Menatap Masa Depan karya Gus Hayid
- Gus Lilur Minta KPK Telusuri Dugaan Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
- Tanggapi PCNU Sekadau, Kiai Ismail Ghofur: Demi Muruah NU, Kami Tak Hadir di Agenda Pengondisian Muktamar
- Renaldy Pujiansyah Perkenalkan The Architecture of Risk Pada Anak-Anak Panti
- The Architecture of Risk Ungkap Batas Keberanian dan Kenekatan
- Buku 'Perang Kognitif' Dr. Agus Bhakti: Saat Informasi Menjadi Senjata Massal Baru
- Gus Miftah Terpilih Masuk Jajaran PBNU 2026-2031, Jabatannya Ketua
JPNN.com




