Sampah di Bantargebang Bakal Diolah Jadi BBM

Sampah di Bantargebang Bakal Diolah Jadi BBM
Pemerintah mengolah timbunan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi bahan bakar minyak (BBM). Foto: ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/foc.

Sedangkan, untuk proyek sampah menjadi BBM, pemerintah akan menggunakan sampah yang sudah menggunung.

“Kami sudah punya sampah yang menggunung, setinggi gedung 16 lantai. Seperti di Bantargebang. Itu sekarang yang pakai pirolisis. Tumpukan sampah yang tinggi-tinggi itu akan diolah menjadi BBM,” ucap Zulhas.

Zulhas menjelaskan proyeksi timbunan sampah pada 2029 diperkirakan sebanyak 146.780 ton per hari. 

Zulhas juga mengaku ada lima pilihan teknologi pengolahan sampah. Sebesar 12,4 persen dari total sampah diolah dengan pengolahan organik di sumber sampah.

Kemudian, sebesar 19,8 persen diolah TPS-3R (Reduce, Reuse, Recycle) di bank sampah induk, sebesar 25,3 persen dari total sampah diolah TPST RDF (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu-Refuse Derived Fuel).

Selanjutnya, 20 persen diolah dengan teknologi pirolisis; dan 22,5 persen dari total sampah diolah dalam proyek PSEL.

“Sampah tidak lagi sebagai beban, tetapi sebagai sumber energi dan bagian dari cita-cita kemandirian energi nasional,” kata Zulhas.(antara/jpnn)

Pemerintah mengolah timbunan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi bahan bakar minyak (BBM).


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News