SAS Institute Nilai Protes PBNU ke PKB Bentuk Sikap Kekanak-kanakan

SAS Institute Nilai Protes PBNU ke PKB Bentuk Sikap Kekanak-kanakan
Logo NU hasil perubahan AD/ART pada Muktamar Ke-33 NU. Foto: nu.or.id

jpnn.com, JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama melalui Ishfah Abidal Aziz menyampaikan protes kepada PKB. Menurut dia, tidak pantas acara PKB turut merayakan Satu Abad Nahdlatul Ulama.

Ishfah Abidal Aziz merasa keberatan karena DPP PKB menyanyikan Mars Satu Abad Nahdlatul Ulama dan mencantumkan logo Satu Abad Nahdlatul Ulama.

Acara bertajuk Sarasehan Nasional Satu Abad Nahdlatul Ulama itu bukan saja dihadiri kader PKB, tetapi juga warga dan keluarga besar Nahdlatul Ulama secara umum.

Juga terlihat Prof. KH. Said Aqil Siroj Ketua Umum PBNU periode 2010-2015 dan 2015-2020 yang hingga saat ini masih memiliki pengaruh yang kuat di akar rumput NU.

Dalam acara tersebut Muhaimin Iskandar selaku Ketua Umum PKB mengingatkan kembali dua fatwa atau warisan pendiri NU.

Acara refleksi ini juga melibatkan para budayawan, akademisi dan praktisi dalam melihat dimensi perjuangan warga NU di masa depan.

Sekretaris Eksekutif Said Aqil Siroj Institute, Abi Rekso berpendapat bahwa tudingan itu kekanak-kanakan dan reaksioner.

“Nahdlatul Ulama sebagai organisasi bangsa telah berdiaspora pada lintas partai. PKB berhak turut merayakan Satu Abad NU, tidak boleh ada monopoli seperti itu. Kan PBNU bukan Event Organizer, ini organisasi umat dan bangsa jadi pikiran dan hati kita harus besar,” jelas Abi Rekso.

Abi Rekso kecewa dengan sikap PBNU yang memprotes acara sarasehan nasional yang digelar PKB

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News