Satgas Sebut Gerak Cepat Bisa Mengatasi Puncak Kedua Pandemi

Satgas Sebut Gerak Cepat Bisa Mengatasi Puncak Kedua Pandemi
Vaksinasi penyintas Covid-19. Ilustrasi. Foto: Ricardo/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - Satgas Penanganan Covid-19 melihat pengalaman Indonesia dalam menangani gelombang puncak kedua pandemi membuahkan hasil yang baik.

Hal ini terlihat dari perkembangan kasus positif yang terus menurun dari minggu ke minggu.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut per minggu ini, kasus nasional terus menurun hingga delapan minggu berturut-turut.

Kasus minggu ini menurun hingga 88,9 persen dibandingkan dengan puncak kedua. Dan kasus minggu ini lebih rendah dari puncak pertama, hingga mendekati titik terendah yang pada 10 Mei 2021.

"Perkembangan ini dapat terjadi karena pemerintah bekerja cepat untuk menyusun kebijakan dan semua lapisan masyarakat bekerja sama dan menyesuaikannya dengan disiplin," kata Wiku dalam International Press Briefing secara virtual yang disiarkan di kanal Sekretariat Presiden di YouTube.

Dalam penanganan puncak kedua, beberapa langkah telah dilakukan. Saat kasus meningkat, pemerintah segera menetapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dilanjutkan pengetatan dengan PPKM level 1-4 yang dimulai pada 26 Juli hingga sekarang. Pemerintah juga mengatur perjalanan baik dalam negeri maupun luar negeri.

"Kebijakan tersebut dievaluasi setiap minggu melalui rapat koordinasi rutin pusat dan daerah, dan akan terus disesuaikan dengan perkembangan kasus dan dinamika yang terjadi di masyarakat," jelas Wiku.

Pemerintah juga merespons cepat dalam meningkatkan kesiapan fasilitas kesehatan yang berperan penting saat lonjakan kasus. Seperti meningkatkan jumlah tempat tidur di rumah sakit rujukan hingga mencapai 116.939 tempat tidur.

Satgas Penanganan Covid-19 melihat pengalaman Indonesia dalam menangani gelombang puncak kedua pandemi membuahkan hasil yang baik.