Satlap Tri Cakti Timah Diduga Hadang Polisi, IPW Desak TNI Bertindak
jpnn.com, JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) menyoroti dugaan penghadangan aparat kepolisian oleh Satlap Tri Cakti (Satgas Timah) saat menggerebek gudang penyimpanan pasir timah diduga akan diselundupkan di Belitung.
Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso menilai aksi dugaan penghadangan aparat kepolisian oleh kelompok yang mengatasnamakan Satlap Tri Cakti dalam penegakan hukum di wilayah Belitung ini merupakan fenomena yang berulang.
"Kalau di wilayah ada yang mengatasnamakan Satlap Tri Cakti menghalangi kepolisian dalam rangka penegakan hukum, itu satu fenomena berulang. Saat ini menguatnya militer mengintervensi wilayah penegakan hukum," kata Sugeng kepada wartawan Minggu (16/8/2026).
Sebenarnya, kata Sugeng, aparatur TNI muncul dalam proses penegakan hukum yang menjadi kewenangan kepolisian mulai marak ketika pembahasan perubahan RUU TNI.
Antara lain TNI membentuk satuan-satuan penindakan narkoba, menggerebek peredaran BBM ilegal, terlibat dalam pengamanan rumah tersangka mantan Jaksa Agung Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.
Dengan adanya tindakan tersebut, Sugeng menduga adanya pembiaran dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto terhadap anggotanya yang kerap menghalangi proses penegakan hukum oleh aparat kepolisian.
“Saya melihat ada satu pembiaran oleh Panglima TNI ketika aparaturnya masuk ke wilayah sipil,” ujarnya.
Selain itu, ia mendapat informasi bahwa prajurit TNI yang bergerak itu bukan atas perintah Panglima TNI atau satuan-satuan resmi, tetapi digunakan oleh mantan TNI yang berhubungan dengan eks Jampidsus Febrie Adriansyah.
Indonesia Police Watch (IPW) menyoroti dugaan penghadangan aparat kepolisian oleh Satlap Tri Cakti (Satgas Timah)
- Subdit Jatanras Polda Metro Jaya Tangkap Pelaku Pembunuhan Wanita di Tanah Abang
- Jenderal Agus Subiyanto Gelar 72 Lomba Open Turnamen Menjelang HUT ke-81 TNI
- Artis Berinisial BP Dipolisikan karena Diduga Lakukan Kekerasan Seksual
- Selingkuh, Aiptu YW Kena Sanksi Patsus dan Demosi 5 Tahun
- Kurang dari 24 Jam, Polisi Ringkus Terduga Pelaku Penusukan Petani di Banyuasin
- Sigap Tangani Karhutla, TNI Tuai Apresiasi di Medsos
JPNN.com




