Satu Buku, Sejuta Harapan: Donasi di Sedayu City Buka Jalan Anak Panti Melihat Dunia
“Saya beli Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dan Ensiklopedia Anak Cerdas Dunia," ujarnya.
Rina meyakini melalui cerita tentang perjuangan dan pengetahuan yang luas, anak-anak bisa melihat dunia yang selama ini mungkin hanya mereka bayangkan.
"Buat saya, buku itu bukan cuma bacaan, melainkan bisa bikin anak-anak punya mimpi besar,” imbuhnya.
Hal serupa disampaikan Dimas Arya yang datang membawa beberapa buku pelajaran dan komik edukatif. Pria berusia 29 tahun itu menyebut pengalaman pribadinya menjadi alasan utama untuk ikut berbagi.
“Saya donasikan buku Matematika SMA Kelas 10, Bahasa Inggris untuk Pelajar, dan komik edukatif Si Juki Belajar Cerdas. Dulu saya juga terbantu dari buku, jadi saya ingin mereka punya kesempatan yang sama,” katanya.
Tak hanya buku, donasi alat tulis juga menjadi bagian penting dalam program ini. Seorang ibu rumah tangga bernama Sari Wulandari (38) memilih menyumbangkan perlengkapan belajar lengkap.
Menurut Sari, alat tulis adalah langkah awal yang sederhana, tetapi memiliki dampak besar dalam proses belajar anak-anak.
“Saya bawakan buku tulis, pulpen, pensil, sampai krayon, karena sebelum mereka membaca dunia lewat buku, mereka harus punya alat untuk menulis masa depan mereka sendiri,” ucapnya.
Program donasi buku bertajuk Gift of Hope –Donasi Buku 2.0 kembali digelar di Sedayu City Kelapa Gading, menghadirkan gerakan kolektif untuk memperluas akses.
- Pekan Terakhir BBW Palembang 2026, Beli 4 Buku Gratis 1
- Siswa Butuh Buku Bacaan Anak Berbahasa Inggris
- Penulis Cilik di Tengah Rendahnya Tingkat Literasi Masyarakat
- Alya, Penulis Cilik Baru Indonesia Luncurkan Tiga Buku di Usia 9 Tahun
- Qodari: Buku 'Presiden Solusi' Hadir untuk Jawab Masalah Publik dengan Fakta
- 6 Bulan Tak Bertemu Anak, Ruben Onsu Pilih Lakukan Hal Positif Ini
JPNN.com




