JPNN.com

Satu Penari Sang Hyang Jaran Terlihat Lemas dan Tersungkur

Senin, 11 Februari 2019 – 05:42 WIB Satu Penari Sang Hyang Jaran Terlihat Lemas dan Tersungkur - JPNN.com

jpnn.com - Tari Sang Hyang Jaran termasuk tarian sakral yang hanya dipentaskan saat prosesi piodalan di Pura Dalem Kedewatan Sanur, Bali.

Tradisi yang digelar setiap Tilem Kajeng ini sempat hilang selama 78 tahun sebelum akhirnya ditampilkan kembali di awal tahun 2016. Hal itu yang diungkapkan Pemangku Pura Dalem Kedewatan, Mangku Pemade Agung, Jumat (8/2).
--
Suasana sore itu begitu khidmat. Serabut kelapa telah disiapkan di halaman tengah jaba Pura Dalem Kedewataan Sanur. Puluhan pemaksan pura terlihat sudah berkumpul di sisi timur.

Prosesi Sang Hyang Jaran Mesolah dimulai ketika ketua pemaksan membakar seluruh sabut kelapa yang telah di persiapkan.

Iringan kidung khusus yang dilantunkan para anggota pemaksan pun sayup-sayup terdengar. Kedua pratima berbentuk jaran berwarna putih dan merah terlihat tedun diiringi nyanyian kidung yang semakin keras.

Pratima jaran yang disungsung masyarakat desa pekraman sanur terlihat disungsung oleh dua orang laki - laki. Dan ditunggangi menuju kobaran api di area jaba pura.

Tempo Kidung Sang Hyang Jaran dinyanyikan semakin cepat. Kedua laki - laki yang telah mengalami trance itu pun bergerak lincah mengelilingi kobaran api. "Mereka dalam kondisi yang tidak sadar. Sebelum mesolah ada prosesi nedunin tadi di dalam pura," jelas Pemade Agung.

Yang menarik, kedua laki - laki tersebut tanpa pikir panjang langsung menerjang tumpukan sabut kelapa yang terbakar. Namun setelah beberapa kali menerjang api, salah satu penyungsung Pratima Sang Hyang Jaran terlihat lemas dan tersungkur.

Dengan cepat salah satu anggota pemaksan menarik pratimanya agar tidak terkena tanah. "Sudah, sampai situ saja kekuatan si penyungsung. Mungkin dia tidak kuat terlalu lama menjadi wadah Ida Bhatara Sang Hyang Jaran," jelasnya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...