Saudi Buka Pembayaran Layanan Haji 2027, Kemenhaj Ajukan Pencairan Rp 4 Triliun
jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia secara resmi mengajukan permohonan persetujuan atas usulan penggunaan uang muka untuk pelaksanaan ibadah haji 2027.
Langkah ini dilakukan agar jemaah haji Indonesia dapat secepatnya memesan lokasi tenda dan layanan Armuzna di Arab Saudi.
Permintaan ini disampaikan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Selasa (14/7).
Juru Bicara Kemenhaj RI Maria Assegaff menjelaskan bahwa percepatan pembayaran ini tak lepas dari aturan baru yang sangat ketat dari Pemerintah Arab Saudi.
"Kemenhaj sudah mengajukan uang muka kepada DPR RI dalam agenda Raker hari ini sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027,” ungkapnya.
Maria menambahkan pemerintah Arab Saudi sudah membuka akses transfer dana ke sistem mereka (Nusuk Masar) mulai 15 Juli 2026.
Jika Indonesia terlambat membayar, risikonya cukup besar.
"Tenggat waktu dari Arab Saudi kali ini sangat mendesak dan tidak bisa ditunda. Kalau kita tidak segera bayar, kita bisa kehilangan lokasi tenda di Arafah dan Mina yang sudah kita pakai tahun lalu. Jadi, demi kenyamanan jemaah, kita harus bergerak cepat mengamankan posisi," jelas Maria menekankan urgensi pembayaran.
Saudi sudah membuka pembayaran layanan haji 2027, Kemenhaj mengajukan pencairan uang muka Rp 4 triliun
- Turki, Arab Saudi, Pakistan akan Meningkatkan Pertukaran Intelijen
- Militer Saudi Bersiap Menghadapi Serangan Iran dan Antek-anteknya
- HNW Dukung Persiapan Dimulai Lebih Awal Agar Penyelenggaraan Haji 2027 Lebih Baik
- Berbicara dengan Trump, Pangeran MBS Minta Rencana Serangan AS ke Iran Dibatalkan
- Banyak Laporan Travel Umrah Nakal, Kemenhaj Pastikan Tak Ada Ampun
- Iran Cs Ancam Pelayaran, Arab Saudi Ajak Negara Islam Bentuk Koalisi Pertahanan
JPNN.com




