SDN di Palembang Ubah Pola MBG jadi Edukasi Ketahanan Pangan Selama Ramadan
jpnn.com, PALEMBANG - Program makan bergizi gratis (MBG) di sekolah-sekolah di Palembang pada Ramadan 1447 Hijriah tidak berhenti. Namun, dalam pendistribusiannya ada sedikit perubahan.
Jika sebelumnya MBG dibagikan dengan sajian siap santap. Di bulan yang suci ini program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut bertransformasi berupa paket bahan kering.
Langkah ini diambil untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga selama siswa menjalankan ibadah puasa.
Adapun paket yang diterima siwa berupa telur rebus, roti, susu, serta buah-buahan.
Kepala SDN 81 Palembang Yales Tyawati menerangkan bahwa kebijakan ini bentuk tanggungjawab moral sekolah terhadap kesehatan para peserta didik.
"Kami tidak ingin mengambil risiko dengan membagikan makanan matang yang berpotensi basi jika disimpan hingga berbuka. Ini adalah edukasi bagi siswa bahwa keamanan pangan (food safety) harus diutamakan di atas segalanya," ujar Yales, Senin (23/2).
Wali Kelas SD Negeri 226 Palembang Yulinar menambahkan paket dibagikan secara berkala untuk durasi tiga hari, mengajarkan siswa cara mengelola stok makanan di rumah.
"Ini adalah bagian dari literasi gizi. Siswa belajar bahwa meski berpuasa tubuh tetap membutuhkan nutrisi seimbang yang bisa disiapkan secara mandiri saat waktu berbuka tiba," ungkap Yulinar.
Sejumlah sekolah dasar negeri di Palembang ubah program makan bergizi gratis berupa bahan pangan kering selama Ramadan.
- Sambut HUT RI, SOKSI Suarakan Urgensi Dampak Nyata Kemerdekaan bagi Rakyat
- PSI: Prioritaskan MBG ke Daerah 3T, Layani Mereka yang Paling Membutuhkan
- Perbandingan Anggaran MBG dengan Pendidikan pada Rancangan APBN 2027, Mana yang Lebih Besar?
- ABP: Prabowo Buktikan Negara Hadir, Ada 121 Kebijakan Transformatif
- Tanggapi Pidato Prabowo, Charles PDIP Minta Desain Ulang Program MBG
- Puluhan Siswa di Dumai Diduga Keracunan seusai Santap MBG
JPNN.com




