JPNN.com

Sekap dan Aniaya Dua Bocah, Ayah-Anak Resmi Jadi Tersangka

Selasa, 28 Agustus 2018 – 12:43 WIB Sekap dan Aniaya Dua Bocah, Ayah-Anak Resmi Jadi Tersangka - JPNN.com

jpnn.com, BATAM - Polisi menetapkan satu lagi tersangka kasus penelantaran dan penyekapan Rhm dan Ak, dua bocah berusia 2,5 dan 3,5 tahun di Tanjunguncang, Batam, Kepri.

Tersangka baru itu adalah Ads, 18, yang tak lain adalah putri pertama Suryanto. Suryanto sendiri sudah duluan ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe mengatakan, penetapan tersangka baru ini sudah sesuai prosedur penyidikan.

"Selain pengakuan dari Rhm yang katanya sering dianiaya sang kakak (Ads) juga ada beberapa bukti pendukung lain yang kami temukan di TKP," ujarnya, Senin (27/8).

Ads sendiri sebelum ditetapkan sebagai tersangka mengakui kalau dia juga sering memukul kedua adik sepupunya itu dengan alasan bandel dan nakal.

Sekap dan Aniaya Dua Bocah, Ayah-Anak Resmi Jadi Tersangka

Tersangka Penelantar Anak. Foto: batampos.co.id / dalil harahap

Begitu juga dengan Rhm yang sudah pulih dirawat di RSUD menyebutkan kalau Ads memang galak selama ini.

"Kakak sering pukulin saya sama adik," ujar Rhm Minggu (27/8), seraya menunjukkan lebam bekas pukulan di punggung belakangnya.

Selain Ads dan ayahnya Suryanto, penyidik juga masih membidik tersangka lain.

Namun demikian Dalimunthe belum menyebutkan nama calon tersangka tambahan itu.

Apakah Fatimah istri Suryanto? Dalimunthe juga belum berkomentar sebab pihaknya belum mendapat keterangan langsung dari Fatimah.

"(Fatimah) masih dirawat di RSUD karena kecelakaan jadi belum bisa dimintai keterangan," ujarnya.

Saat ini sebut Dalimunthe tersangka kasus dua bocah itu baru dua yang ditetapkan sebagai tersangka yakni Suryanto dan Ads anaknya dan penyelidikan masih terus berlanjut.

Rhm dan Ak sendiri masih dirawat di ruangan rawat inap RSUD hingga siang kemarin. Kondisi kesehatan kedua bocah itu terus membaik.

Ak masih menjalani perawatan medis sebab masih dalam tahap pemulihan gangguan saluran penceraan dan pembuangannya. Sementara Rhm sang kakak sudah sembuh total.

Meskipun demikian keduanya masih akan melalui tahapan terapi untuk menghilangkan rasa trauma mereka.

Sementara M Tahir ayah kandung kedua bocah itu masih di NTT. Meskipun sudah berangkat dari Timur Leste tempat kerja mereka, M Tahir dan istrinya belum bisa ke Batam karena terhambat biaya perjalanan pulang.

"Masih kami tunggu cuman belum ke sini. Lagi cari ongkos katanya," kata Dalimunthe.(gie/eja)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...