Sekjen Golkar Ragu e-Voting Mampu Tekan Rendah Angka Praktik Politik Uang
jpnn.com, JAKARTA - Sekjen Golkar Sarmuji mempertanyakan efisiensi penerapan e-voting dalam pilkada langsung untuk menekan angka politik uang atau money politics dalam kontestasi politik.
"Serendah apa biayanya," kata dia menjawab pertanyaan awak media, Rabu (14/1).
Toh, kata Sarmuji, perlu ada semacam audit teknologi terhadap e-voting, agar penerapan teknologi dalam kontestasi politik tak menjadi persoalan.
Terlebih lagi, kata dia, penerapan e-rekap pada pemilu 2024 menuai reaksi tajam, sehingga penting audit terhadap e-voting.
"Jangankan e-voting yang menentukan hasil, e-rekap yang digunakan hanya sebagai pembanding saja diributkan," ungkap Sarmuji.
Dia mengatakan urusan pilkada seharusnya tak dilihat soal biaya, melainkan melihat proses demokrasi membawa kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat.
"Kami ingin pilkada menjadi instrumen agar rakyat menjadi lebih sejahtera, kohesifitas sosial terjaga, ASN bisa lebih profesional. Itu yang mesti direfleksikan," kata dia.
Sebelumnya, PDIP menolak usul pilkada melalui DPRD dan tetap menginginkan pemilihan dilaksanakan secara langsung.
Sekjen Golkar Sarmuji mempertanyakan efisiensi penerapan e-voting untuk menekan money politics dalam kontestasi politik.
- Bahlil kepada Emil Dardak: Pak Wagub, Gimana, Apa Sudah Mulai Goyang?
- Rizki Faisal Minta Polisi Tindak Tegas Pengeroyok Sopir Truk di Pelabuhan Batam
- Hasto: Bagi PDIP, Koalisi Permanen Itu Dengan Rakyat
- Bahlil: Akademi Partai Golkar Jadi Upaya Tambah Kursi di Parlemen
- Efriza Mencium Kepentingan Pragmatis Parpol Mendukung Prabowo 2 Periode
- Golkar Dukung Langkah Presiden Prabowo Soal Perbaikan Tata Kelola Pajak
JPNN.com




