Selat Hormuz Ditutup Lagi, Ini Prediksi Harga Minyak Dunia dan Emas
jpnn.com - Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memprediksi harga minyak mentah dunia dan emas akan mengalami fluktuasi tajam dalam sepekan ini.
Kondisi ini dipicu memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur, serta aksi borong emas oleh sejumlah bank sentral global.
Untuk minyak mentah jenis WTI (West Texas Intermediate), Ibrahim memperkirakan harga akan bergerak di level support 62,30 dolar AS dan resistance di 82,20 dolar AS per barel.
Meski ada potensi terkoreksi, harga minyak diprediksi tetap memiliki tren menguat.
Ibrahim menyoroti penutupan Selat Hormuz sebagai faktor utama yang akan membuat harga minyak mendidih.
Angkatan Laut Garda Revolusi Iran dilaporkan telah menutup jalur strategis tersebut hingga pemberitahuan lebih lanjut.
"Ini akan berpengaruh terhadap apa? Terhadap transportasi minyak," ujar Ibrahim dalam pesan suara, dikutip pada Senin (13/7).
Selain faktor Timur Tengah, konflik antara Rusia dan Ukraina yang semakin sporadis turut menekan sisi pasokan.
Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memprediksi harga minyak mentah dunia dan emas.
- Sekjen PBB Desak AS-Iran Melanjutkan Negosiasi Menuju Penyelesaian Damai
- Komandan Angkatan Darat Iran Tegaskan AS tidak Berhak Memasuki Teluk Persia
- Peduli NTT, Pertamina Patra Niaga Sumbangkan Rp81/liter dari Pembelian BBM Pertamax & Dex Series
- Pertamina Pastikan Penyaluran BBM & LPG Tetap Berjalan Pascagempa Flores
- Rayakan Kemerdekaan dengan Diskon BBM Rp450/Liter & Flash Sale MyPertamina Hingga 45%
- Iran & Oman Capai Kesepakatan Soal Peta Rute Pelayaran di Selat Hormuz
JPNN.com




