Sempat Tertahan Banjir, Perjalanan Kereta di Bandung Kembali Normal

Sempat Tertahan Banjir, Perjalanan Kereta di Bandung Kembali Normal
Petugas melakukan penanganan rel kereta api yang terendam banjir di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (27/11/2021). (ANTARA/Twitter/@mas_didiek)

jpnn.com, BANDUNG - Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) II Kuswardoyo mengatakan sejumlah perjalanan kereta api (KA) yang sempat tertahan banjir di kawasan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu, berjalan kembali, seusai genangan air mulai surut.

Dia mengatakan sejumlah kereta yang sempat tertahan itu mulai berjalan secara bergiliran.

Titik genangan banjir di rel kereta itu berlokasi di antara Stasiun Cimekar dan Stasiun Haurpugur.

"Dinyatakan bisa dilewati kembali dengan kecepatan terbatas, hanya lima kilometer per jam, mulai pada pukul 20.33 WIB," kata Kuswardoyo di Bandung, Jawa Barat.

Menurutnya sejumlah KA tersebut tertahan dan tidak dapat melalui rel kereta yang ada kawasan Rancaekek, Kabupaten Bandung, itu sejak sekitar pukul 16.00 WIB. Sehingga sejumlah KA sempat tertahan selama 4,5 jam.

Akibatnya, kata dia, ada sejumlah keterlambatan perjalanan bagi kedatangan maupun keberangkatan.

Meski begitu, dia memastikan petugas PT KAI melakukan penanganan dan pengawasan guna mengantisipasi bila ada potensi banjir kembali.

Dia menjelaskan kereta yang sempat tertahan itu sebanyak lima kereta lokal KRD Bandung Raya dan enam KA jarak jauh, mulai dari KA Argowilis, KA Turangga, KA Kutojaya Selatan, KA Pasundan, KA Malabar dan KA Lodaya.

PT KAI Daop II menyatakan sejumlah perjalanan kereta api yang sempat tertahan banjir di kawasan Kabupaten Bandung, berjalan kembali.